Tinjau Jalan Lingkar Pulau Laut, Wabup Kotabaru Targetkan Pengaspalan Bertahap

Diposting pada

KOTABARU — Kondisi Jalan Lingkar Pulau Laut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Hingga kini, sebagian ruas vital yang menghubungkan wilayah Pulau Laut Timur dan Pulau Laut Selatan masih dalam tahap pengerasan dan belum beraspal.

Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, meninjau langsung kondisi jalan pada Kamis (23/4/2026), didampingi jajaran Dinas PUPR dan pemerintah kecamatan setempat.

Ruas yang menjadi perhatian utama adalah jalur Berangas–Tanjung Seloka hingga Labuan Mas, yang selama ini menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan.

“Untuk saat ini kita fokus pada pengerasan agar jalan tetap bisa dilalui. Targetnya, pada tahun anggaran mendatang bisa ditingkatkan ke tahap pengaspalan, menyesuaikan kemampuan APBD,” ujar Syairi.

Ia mengakui panjangnya ruas jalan lingkar menjadi tantangan tersendiri, sehingga perbaikan tidak dapat dilakukan sekaligus dan harus mengikuti skala prioritas.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyoroti faktor non-teknis yang mempercepat kerusakan jalan, terutama aktivitas angkutan dengan muatan berlebih.

“Kalau jalan sudah diperbaiki, harus dijaga bersama. Overload ini salah satu penyebab utama jalan cepat rusak,” tegasnya.

Camat Pulau Laut Timur, Lailaneranti Arsyana, menegaskan ruas tersebut memiliki peran krusial karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah, termasuk bagi desa-desa terpencil seperti Tanjung Pengharapan dan Batu Tunau.

Menurutnya, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil produksi dan akses ke pusat layanan.

Pemkab Kotabaru berharap peningkatan bertahap jalan lingkar ini dapat memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik masyarakat di kawasan kepulauan.[]