TAMIANG LAYANG – PDAM Tirta Janang Kabupaten Barito Timur memacu pertumbuhan pelanggan baru pada 2026. Direktur PDAM Tirta Janang Murnianson menegaskan, tidak ada batas atas dalam target yang ia kejar — semakin banyak, semakin baik.
“Kalau aku sebenarnya mau pelanggan ini banyak, tidak memakai target,” ujarnya.
Secara operasional, ia menargetkan sedikitnya 100 sambungan baru per bulan, dengan syarat ketersediaan air baku di wilayah layanan terpenuhi.
“Maunya tiap bulan 100 pelanggan, asal wilayah pelayanannya memang air baku, air bersih untuk suplai mampu kami terima. Karena PDAM ini semakin banyak pelanggan, semakin penerimaannya bagus — artinya stabil untuk bayar listrik, perbaikan pompa, bayar gaji karyawan,” jelasnya.
Murnianson mengakui daya beli masyarakat menjadi tantangan nyata. Tarif minimum yang berlaku saat ini sebesar Rp43.000 per bulan dengan biaya pasang Rp760.000 — angka yang menurutnya perlu dipertimbangkan oleh calon pelanggan.
Namun ia menekankan bahwa prosedur pendaftaran kini jauh lebih mudah. Berdasarkan Perbup Nomor 1 Tahun 2020, biaya pemasangan dibedakan berdasarkan posisi rumah terhadap jalan. Untuk sambungan yang melintasi jalan dikenakan biaya Rp775.000, sementara yang tidak melintasi jalan cukup Rp600.000.
Bagi PDAM Tirta Janang, pertumbuhan pelanggan bukan sekadar angka — ini soal keberlangsungan layanan air bersih yang lebih luas dan keuangan perusahaan yang lebih sehat.[]
