Tamiang Layang — Tujuh puluh empat guru dari jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Barito Timur mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), Rabu (17/6/2026). Mereka adalah yang telah lolos seleksi administrasi — dan kini diuji lebih jauh: kemampuan, kesanggupan, dan daya kepemimpinan yang akan menentukan siapa yang layak memimpin satuan pendidikan.
Seleksi ini bukan ujian biasa. Peserta mengerjakan 70 soal pilihan ganda dalam 120 menit, berfokus pada tiga kompetensi utama kepala sekolah. Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah, U Ketut Sukajaya, menegaskan bahwa kompetensi itulah yang menjadi tolok ukur kesiapan seseorang memimpin sekolah.
Bagi yang lulus, perjalanan belum selesai. “Peserta yang lulus akan melanjutkan ke tahap pelatihan selama 17 hari — tujuh hari pelatihan asinkronus secara daring dan 10 hari pelatihan sinkronus secara tatap muka,” jelas Ketut. Total waktu pelatihan mencapai 110 jam pelajaran, dirancang untuk membekali calon kepala sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Bunyamin, menitipkan harapan kepada seluruh peserta. “Kami berharap melalui seleksi ini dapat lahir kepala sekolah yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.[]
