PMI Banjarmasin Jemput Bola Penuhi Kebutuhan Daerah  PMI Banjarmasin Jemput Bola Penuhi Kebutuhan Daerah  
Foto : (Syahri Ramadhan/maknanews.com)

PMI Banjarmasin Jemput Bola Penuhi Kebutuhan Daerah  

Diposting pada

BANJARBARU – Banyaknya pasien Covid-19 belakangan ini menyebabkan permintaan darah juga meningkat. Di sisi lain, jumlah pendonor menurun. Karenanya, Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan donor darah massal.

Staf Pelayanan Darah PMI Banjarmasin, Wiwid mengatakan, di tengah pandemi saat ini jumlah pendonor mengalami penurunan. Karenanya PMI Banjarmasin melakukan sistem jemput bola, bekerjasama dengan Pemprov Kalsel melakukan donor massal secara rutin.

“Rutin setiap dua-tiga bulan sekali. Biasanya permintaan instansi, kita hanya mensupport saja,” kata Wiwid, di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Selasa (7/7).

Wiwid menuturkan, kegiatan yang digelar di lobi Kantor Setda Pemprov Kalsel ini diikuti puluhan staf dari berbagai SKPD. Dalam satu kali pelaksanaan, PMI menargetkan sebanyak 150 kantong darah. “Kita lihat kondisi mereka juga, apakah ada yang memiliki tekanan darah tinggi atau rendah,” ucapnya

Wiwid menambahkan, pengumpulan stok darah di Kalsel sendiri dilakukan dengan persuasif, tergantung kebutuhan rumah sakit. Namun, pandemi Covid-19 membuat PMI lebih gencar mengumpulkan stok darah. “Kita lebih memperbanyak kegiatan dalam kondisi Covid-19 seperti ini. Lebih banyak sosialisasi,” ujarnya.

Imbas pandemi membuat pendonor menurun secara drastis. Saat ini, PMI hanya mampu mengumpulkan sekitar 30 persen saja dari kebutuhan utama.

Untuk memastikan keamanan, lanjut Wiwid, calon pendonor diwajibkan mengisi lembar informasi terkait Covid-19. “Biasanya kita ada lembar covid yang wajib diisi. Semua gejala dan persyaratan itu ada. Jadi diharapkan pendonor jujur mengisinya,” tuturnya.

Kegiatan ini sendiri dilakukan berdasarkan instruksi Pemprov Kalsel, dalam upaya menghadapi situasi kekurangan stok darah di PMI saat pandemi Covid-19. Data PMI menyebutkan, dari kebutuhan 100-150 kantong, saat ini hanya terpenuhi antara 50-80 kantong darah saja. “Saya berharap dapat tersedianya kantong darah untuk membantu keperluan di Kalsel,” ucap Gubernur Kalsel Sahbirin dalam rilisnya.[]

 

Editor: Almin Hatta