Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Wacana lanjutan untuk tetap memperbaiki (rehab) sejumlah sarana olahraga di Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun Anggaran 2020, nampaknya menjadi isapan jempol belaka.
Dengan adanya keputusan memangkas anggaran hingga 50 persen, tak terkecuali anggaran untuk rehab beberapa sarana olahraga, mengancam perbaikan beberapa sarana olahraga di Kalsel kembali terbengkalai.
Pasalnya, perencanaan rehab semua sarana olahraga tersebut harus dikaji ulang dengan memanfaatkan anggaran sisa yang ada, dimana anggaran itu sendiri terpotong hingga setengahnya.
Menggunakan setengah anggaran untuk rehab sarana olahraga, diyakini sulit dilaksanakan karena diluar perencanaan pembangunan semula.
Namun, penjelasan atau analisa di atas dibantah oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel Drs H Hermansyah. Ia tetap pada pernyataannya semula, yakni agenda rehab beberapa sarana olahraga yang semula diprogramkan tetap akan dilaksanakan.
“Hanya saja, anggaran yang digunakan tak sebanyak tahun lalu. Tapi program perbaikan tetap akan kita jalankan. Apalagi Gubernur Kalsel tetap berkeinginan Kalsel menjadi tuan rumah PON,” katanya.
Hanya saja, pernyataan Hermansyah tersebut tidak bersesuaian dengan progres di lapangan. Sejauh ini hanya proyek rehab Stadion 17 Mei Banjarmasin yang terlihat berlanjut. Sementara untuk sarana lain, seperti SKB, GOR Hasanuddin HM, dan Lapangan Sepakbola Kayutangi, sama sekali belum tersentuh rehab.
Padahal Anggaran Tahun 2020 sudah memasuki bulan Oktober, atau hanya menyisakan masa kerja sekitar 2 bulan lebih.[]
