Pemerintahan Desa Telang Siong Tingkatkan Ternak Ayam PetelurPemerintahan Desa Telang Siong Tingkatkan Ternak Ayam Petelur

Pemerintahan Desa Telang Siong Tingkatkan Ternak Ayam Petelur

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Desa Telang Siong berhasil mengelola program budidaya ayam petelur, dengan sumber dana dari anggaran dana desa (DD) pada masa pandemi Covid-19 ini.

Tapi usaha ini tak berhenti sampai di sini. Pemerintah Desa Telang Siong bertekad, tahun 2021 nanti lebih meningkatkan lagi usaha budidaya ayam petelur ini.

Menurut Kepala Desa Telang Siong, Murto, ayam petelur yang mereka usahakan saat ini berjumlah kurang lebih 1.000 ekor.

“Pada awalnya jumlah ayam petelur yang kita pelihara sebanyak 1.200 ekor. Tapi pada masa pemeliharaan ada yang mati ayamnya, sehingga sekarang tersisa sekitar 1.000 ekor,” ungkapnya, ketika ditemui Maknanews di tempat kandang ayam petelur Desa Telang Siong, Kamis (5/11/2020) kemarin.

Tapi, papar Murto, semua itu justru menjadi pengalaman dan pelajaran bagi mereka, untuk kedepannya bisa meningkatkan cara pemeliharaan budidaya ayam petelur lebih baik lagi.

“Maka, untuk tahun depan kita tambah lagi bibit ayam petelurnya. Kita rancang lagi penambahan kandang ayamnya, mengingat lahan yang ada ini masih cukup luas,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Murto, mereka nanti akan lebih teliti ketika mencari bibit ayam petelurnya. Diperiksa dengan benar terkait umur ayamnya, masalah pakannya, vaksinnya, dan hal-hal lainnya, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penyuluh peternakan. 

“Dengan mendasarkan pada hasil yang dicapai selama ini, ditambah pengalaman yang sudah dijalani, maka untuk kedepannya kita optimis bisa lebih meningkat lagi hasil telur ayamnya,” ujarnya.

Murto mengungkapkan, ayam petelur yang mereka pelihara sekarang ini tiap hari menghasilkan 600 butir telur. “Kalau kita susun telurnya, kurang lebih 20 rak,” katanya.

Mengenai pemasarannya, Murto mengaku pihaknya lebih mengutamakan untuk keperluan masyarakat Desa Telang Siong terlebih dulu. 

Kalau kebutuhan telur warga sekitar sudah terpenuhi, lanjutnya, barulah mereka menjual ke Pasar Tamiyang Layang, yakni ke sejumlah toko yang memang sudah menjadi langganan.

“Sekarang harga pasaran telur ayam mulai naik. Tadinya di kisaran Rp18 ribu, sekarang sudah naik mencapai Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya. “Telur ayam ini, kalau satu rak lebih satu kilogram. Untuk satu kilogram, kalau telur ayamnya besar-besar, kurang lebih 14 butir telur,” sambungnya.

Rencana di tahan 2021 nanti, lanjut Murto, pertama peningkatan kandang, pemasangan metel untuk pengisian tempat air minum ayam, pagar keliling untuk menjaga keamanan bibit ayam petelur tersebut, dan hal lainnya. 

“Intinya, sesuai pengalaman dan arahan penyuluh peternakan, tahun depan kita tingkatkan lagi budidaya ayam petelur ini, secara bertahap tentunya,” kata Murto penuh semangat.[]