Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Setiap pemimpin memiliki cara dan karakter tersendiri. Baik itu pemimpin pemerintahan, pemimpin organisasi, maupun pemimpin nonformal kemasyarakatan.
Ada pemimpin yang tegas, bahkan keras. Ada pemimpin yang selalu bersikap sebagai atasan dan enggan bergaul ke bawah. Tapi ada pula pemimpin yang sederhana, tak membedakan siapa pun yang dipimpinnya, termasuk dengan masyarakat di sekitarnya.
Konoon, sorang pejabat yang tulus terlahir dari sikap keperibadian sendiri. Karenanyam, ia bisa begitu akrab dengan bawahannya, dan bahkan dengan semua orang, tanpa membedakan latar belakang seseorang. Juga tak pernah membedakan suku, agama, dan strata sosial sertiap orang.
Agaknya, itulah sikap seorang Habib Said Abdul Saleh, Wakil Bupati Kabupaten Barito Timur.
Sepengatahuan dan sejauh pemantauan Maknanews selama ini, Habib Said Abdul Saleh selalu menyapa saat bertemu seseorang, siapa pun orang itu, termasuk yang tak dikenalnya sekali pun.
Pernah wartawan Maknanews menanyakan, apakah Pak Wakil Bupati kenal sama orang yang barusan disapanya?
“Tidak. Tapi tak apa. Walaupun saya tidak kenal nama seluruh masyarakat Bartim atau lainnya, tapi mereka tetap warga saya. Maka saya pun menyapanya,” jawab Habib Said Abdul Saleh.
Ia bahkan tak jarang terlihat membayar makan dan minum warga yang kebetulan bersamaan dengannya makan atau minum di warung. Padahal warga itu tak dikenalnya.
Jum’at (13/11/2020) kemarin, Habib Said Abdul Saleh berkunjung ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barito Timur (Bartim), dan masuk ke ruang Sekretariat LPTQ Bartim.
Di ruang tersebut, Habib Said Abbul Saleh langsung menyapa semua pegawai Kemenag Bartim yang ada di situ dan tamu lainnya. Kemudian, beliau ngobrol akrab dengan mereka semua.
Beberapa saat kemudian, Habib Said terlihat makan mie rebus dengan santainya, layaknya masyarakat biasa duduk di warung teh.
Begitulah, sedikit gambaran tentang Wakil Bupati Bartim, Habib Said Abdul Saleh, yang rendah hati. Beliau tak pernah membedakan orang, apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun status sosialnya.
Bahkan, Habib Said ini sering terlihat duduk di warung teh, sambil ngobrol, bercanda-canda dan tertawa bersama pengunjung warung lainnya.
Habib Said Abdul Saleh kini terpilih menjadi Ketua Umum
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Bartim, dan kebetulan Sekretariat LPTQ Bartim berada di Kantor Kemenag Bartim.
Mengenai sejumlah jabatan yang diamanahkan kepadanya, Habib Said Abdul Saleh suatu kali berujar, “Jabatan itu ada batasnya. Jabatan hanya sementara. Sedangkan kematian seseorang itu untuk selamanya.”
Di ruangan LPTQ itu, Habib Said selaku Ketua Umum LPTQ Bartim bertemu dan bicara dengan Sekretaris LPTQ Bartim H Asy’ari SAg.
Usai pertemuan tersebut, H Asy’ari mengatakan bahwa kehadiran Habib Said di Sekretariat LPTQ itu tujuan utamanya adalah bersilaturahmi.
“Selain itu, beliau mengecek administrasi, melihat kondisi Sekretariat LPTQ. Sepertinya cuma itu saja,” katanya.
H Asy’ari mengakui keadaan ruang Sekretariat LPTQ Bartim ini memang masih harus dibenahi lagi. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semua kelengkapan sekretariat ini sudah terpenuhi,” ujarnya.[]
