Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemerintahan Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus melakukan upaya penanganan dan pencegahan penyeberan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bartim, dr Simon Biring MPH, mengungkapkan, pada hari Juma’at (13/11/2020) ini ada 21 orang yang terpapar Covid-19.
Simon Biring menjelaskan, 21 orang yang terpapar Covid-19 itu tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bartim.
“Dari 21 orang itu, sebagian besar adalah karyawan perusahaan sawit, PT SGM, termasuk Satpam perusahaan tersebut,” katanya.
Semua orang yang terpapar tersebut, lanjut Simon Biring, sudah dimasukkan ke penempatan isolasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bartim.
Mereka, 21 orang tersebut ditempatkan pada tiga tempat. Yakni di isolasi Rusunawa, Eks Kantor Dinkes, dan RSUD Tamiang Layang.
“Berkaitan dengan karyawan perusahaan sawit, sejauh ini kita belum tahu, apakah OTG, ada gejala ringan, atau gejala berat. Tim kesehetan masih berkerja memeriksa semua pasien tersebut,” ujar Simon Biring, yang juga sebagai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bartim.
Simon Biring menyebutkan, sejauh ini ada beberapa pasien Covid-19 yang diisolasi dinyatakan sudah sembuh.
“Untuk yang sudah sembuh, tentu kita pulangkan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan ruangan yang ditinggalkannya langsung kita seterilkan, agar siap ditempati kembali jika ada pasien yang baru masuk,” ucapnya.
Kepada pasien yang sudah sembuh, Simon Biring berpesan agar benar-benar menaati anjuran dokter. Yakni tetap bertahan dulu di rumah, jangan bergaul dan berkeliaran di luar rumah. Sebab, menurut Simon, bisa saja yang bersangkutan kembali tertular.
“Karena ada bebarapa kasus, seseorang yang sudah sembuh dari paparan Covid, dan ternyata kembali terpapar Covid. Itu banyak kejadian, dan mereka tidak termasuk kasus baru,” ujarnya.
Simon Biring mengungkapkan, sejauh ini sudah terdata sebanyak 325 orang yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Bartim.
“Itu catatan sejak dari awal. Dari jumlah tersebut, yang sembuh juga sudah banyak. Dan solusi untuk menahan peningkatan pasean Covid, hanya ada pada diri kita masing-masing. Kalau ada warga kita yang bepergian ke luar Bartim, begitu kembali hendaknya isolasi mandiri dulu di rumah selama 14 hari, agar tidak menularkan Virus Covid-19 kepada orang lain saat ada pertamuan,” tegasnya.
Menurut Simon Biring, mencegah, yakni menghindarkan diri kita dan diri orang lain, merupakan suatu amal ibadah kebaikan kita semua dalam menjaga kesehatan diri kita dan pada orang lain.
“Misalnya diri kita terkena Covid, tapi tidak kita ketahui karena imun tubuh kita kuat. Tapi saat bertemu orang lain, sedangkan orang lain itu tidak kuat imun tubuhnya, maka orang lain itu akan terpapar Civid-19. Itulah perumpamaannya,” ujar Simon.
Karena itu, ia kembali menginatkan, mari pertahankan tempat kita masing-masing, jangan sampai ada warga kita terpapar Covid. “Sekarang ini, wilayah zona hijau bisa menjadi merah. Ibarat buah semangka yang warna luarnya hijau, saat dibuka isinya merah. Maka dari itu, mari kita sama-sama mentaati protokol kesehatan,” imbau Simon.[]
