Kadispora Buka Rakor Portina KalselKadispora Buka Rakor Portina Kalsel

Kadispora Buka Rakor Portina Kalsel

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Menandai eksistensi Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kalimantan Selatan (Kalsel), organisasi ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Portina, Selasa (24/11).

Dibuka langsung oleh Kadispora Provinsi Kalsel Drs H Hermansyah, Rakor Portina yang dilaksanakan di Hotel Treepark Banjarmasin ini diharapkan mampu menyusun program pembinaan olahraga tradisional di daerah.

Di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (Kormi), Portina Kalsel diharap mampu mengangkat budaya daerah sebagai sarana olahraga bagi masyarakat di Bumi Lambung Mangkurat.

“Hari ini saya telah membuka Rakor Portina Kalsel yang dilaksanakan selama dua hari ini, dengan harapan tersusun program pembinaan olahraga tradisonal yang lebih baik lagi. Apalagi olahraga di bidang ini cukup berprestasi di Kalsel,” kata Hermansyah usai membuka Rakor tersebut.

Hermansyah menilai, tugas Portina Kalsel kali ibarat ‘maangkat batang tarandam’. Jadi harus bekerja keras, dengan program yang dapat mengajak masyarakat untuk membudayakan olahraga.

Dengan semua upaya tesrebut, Hermansyah berharap, ke depan Portina bisa menggelar sebuah kejuaraan berkelas nasional di Kalsel, dan selaku pendukung Pemprov Kalsel khususnya Dispora, pihaknya siap membantu.

“Kalau bisa ke depan ada kejuaraan seperti Pekan Olahraga Tradisional di daerah ini. Supaya gairah terhadap olahraga tradisional lebih meningkat lagi,” ucapnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Portina Kalsel Agus Febrianto mengatakan, pihaknya menyambut hal itu dengan baik, dan akan segera disusun program agar Portina lebih berkembang lagi.
“tapi terlebih dahulu kita harus mengembangkan olahraga tradisional di setiap daerah, untuk kemudian melangkah ke sebuah kejuaraan seperti halnya pekan olahraga tradisional,” ujarnya.

Untuk itu, melalui Rakor kali ini, diharapkan muncul saran yang dapat mengembangkan Portina di Kalsel serta kabupaten kota, karena hal itu menjadi cikal bakal kemajuan olahraga tradisional di daerah.

Olahraga tradisional itu dinilai memiliki prestasi bagus, maka dari itu harus kita kembangkan terus, dan sasaran kita di kabupaten dan kota,” ucapnya.[]