517 KK Terdampak Banjir di Bartim517 KK Terdampak Banjir di Bartim

517 KK Terdampak Banjir di Bartim

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Barito Timur (Bartim) sekarang ini cukup parah. Sebanyak 517 KK (kepala keluarga) yang tersebar di 8 desa dalam 3 kecamatan terkena dampaknya.  

Meski demikian, Pemerintah Daerah Kabupaten Bartim  merespon dengan cepat, yakni segera melakukan aksi  tanggap darurat bencana banjir. 

Pemerintah Kabupaten Bartim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Bartim minta kepada pemerintah desa yang terkena banjir, agar segera mendata warganya yang terkena dampak banjir.

“Kami sudah minta kepada semua desa yang terkena banjir untuk segera mendata warganya yang terdampak, dan kami minta segera menyampaikan laporan,” kata Kepala Dinsos Bartim Ir Riza Rahmadi di ruang kerjanya,  Senin (30/11/2020).

Ir Riza Rahmadi menjelaskan, beberapa hari terakhir  selalu turun hujan di wilayah Kabupaten Bartim. Yakni sejak Kamis sore pekan lalu, yang berlanjut hingga malam. Begitu pula pada Jum’at, sejak pagi hujan deras terus terjadi sampai malam.

“Data sementara yang kita kita himpun dari laporan pemerintah desa, ada delapan desa dalam tiga kecamatan yang mengalami banjir,” ujarnya.

Ir Riza Rahmadi mamaparkan, tiga kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Paku, Kecamatan Awang, dan Kecamatan Pamatang Karau. Sedangkan warga yang terdampak banjir sebanyak 517 KK.

“Nah, untuk warga yang terdampak banjir kita berikan bantuan pangan, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bulog Buntok (Kabupaten Barito Selatan),” katanya.

Jika hujan masih terus terjadi dalam beberapa hari ke depan, Ir Riza Rahmadi memperkirakan luasan dan dampak banjir di Bartim ini akan bertambah. 

“Pemukiman warga yang dekat sungai itu jelas sangat rawan terdampak banjir. Air bahkan bisa naik sampai ke rumah warga, jika dalam beberapa hari ke depan masih terus turun hujan,” ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Riza Rahmadi berharap kepada dinas terkait agar sesegera mungkin melakukan normalisasi sejumlah sungai yang dinilai rawan banjir. 

Riza Rahmadi juga menyampaikan, bahwa kawan-kawan di lapangan dari Tagana (Taruna Siaga Bancana) Bartim kini sedang melakukan mitigasi bencana. 

“Kita juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, termasuk pondok pesantren, dengan tujuan memberikan pembelajaran menghadapi bencana untuk antisipasi terhadap apa yang mungkin terjadi di masa depan,” ujarnya.[]