Pasar Dayu Sudah Dibuka KembaliPasar Dayu Sudah Dibuka Kembali

Pasar Dayu Sudah Dibuka Kembali

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Sejak Rabu (6/1/2021) Pasar Dayu di Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), sudah dibuka kembali, setelah sebelumnya sempat ditutup. 

Pembukaan kembali Pasar Dayu ini merupakan hasil kesepakatan bersama melalui rapat antara Tim Gugus Covid-19 Kecamatan dengan Pemerintahan Desa Dayu, Senin (4/1/2021) lalu.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Camat Karusen Janang, Etiani SPd MM, ini diikuti oleh jajaran Kepolisian, Puskesmas Kecamatan Karusen Janang, Kepala Desa Dayu dan sejumlah stafnya.

Usai rapat, Camat Etiani, melalui Pj Kepala Desa Dayu Subagya, menyatakan bahwa atas permintaan masyarakat  maka disepakati Pasar Desa Dayu diperbolehkan buka kembali.

“Dibukanya kembali Pasar Desa Dayu ini untuk memenuhi kebutuhan perekonomian masyarakat setempat. Namun dengan catatan, pelaksanaannya harus  memenuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19. Jadi mulai dari pihak pedagang hingga seluruh pembeli harus tetap mematuhi protokol kesahetan. Demikian antara lain yang ditekankan oleh Camat Karusen Janang dalam rapat,” kata Subagya.

Untuk sementara, papar Subagya, para pedagang yang diperboleh menggelar dagangan di Pasar Dayu masih dibatasi.

“Untuk sementara, yang boleh menggelar dagangan hanya pedagang yang menjual bahan pokok sembako atau bahan keperluan warga sehari-hari. Untuk pedagang lainnya untuk sementara belum bisa,” ujarnya.

Jadi, mulau hari ini Rabu, 6 Januari 2021, Pasar Dayu memang terlihat sudah operasional kembali. Namun masih dalam sejumlah pembatasan.

“Ya, pedagang yang berjualan kita atur tempatnya, tidak ada lagi pedagang menempatkan barang jualannya di sisi jalan raya. Jadwal buka lapak juga dibatasi, mulai jam 6 sampai jam 9 pagi saja,” ucapnya.

Menurut Subagya, ketika Pasar Dayu selama ini, banya warga yang mencari kebutuhan bahan pokok dapur harus pergi ke pasar lain. “Maka dari itu, Pasar Dayu kita buka kembali, dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tuntas Subagya.[]