Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemerintahan Desa Dayu menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) bersama Pemerintah Kecamatan Karusen Janang, di Aula Desa Dayu, Senin (25/1/2021) lalu.
Musrenbangdes ini dihadiri langsung oleh Camat Karusen Janang, Etiani SPd MM. Juga hadir sejumlah tokoh masyarakat Dayu, Pj Kepala Desa Dayu, Subagya, bersama perangkat desa, anggota BPD, Pendamping Desa, perwakilan instansi terkait, dan anggota masyarakat setempat.
Camat Karusen Janang, Etiani SPd MM, dalam sambutannya antara lain mengatakan, Musrenbangdes dilaksanakan pada umumnya tiap tahun, dengan tujuan menampung aspirasi atau usulan dari masyarakat terkait dengan rancangan pembangunan desa untuk tahun 2022 mendatang.
“Jadi, skala prioritas yang tidak terakomudir pada dana ADD dan DD, maka di Musrenbangdes inilah usulan dan aspirasi masyarakat dimasukkan. Dan kemudian dilanjutkan ke Musrencam, hingga tingkat Kabupaten Barito Timur,” katanya.
Menurut Camat Etiani, memang tidak semua skala prioritas tiap-tiap desa dapat terakomudir dengan dana DD dan ADD, sebab anggarannya terbatas.
“Makanya, dalam Musrenbangdes ini, skala prioritas tahun kemarin yang belum terakomudir itu bisa diusulkan kembali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Etiani menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Karusen Janang antara lain dari Pasar Uran dan Aula Kantor KKZ.
Disebutkannya, Pasar Desa Dayu tidak masuk PAD Kabupaten. “Berarti mengelolanya adalah Pemerintah Desa Dayu. Maka harus segera ditata. Harapan saya, Pasar Desa Dayu di bulan tiga mendatang sudah ada aturan-aturannya. Sehingga bulan tiga nanti sudah bisa dipungut retribusinya oleh Desa Dayu, dan masuk PAD Desa Dayu,” ucapnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Camat Etiani mengingatkan bahwa pemeliharaan Pasar Desa Dayu menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa Dayu. “Dari hasil pasar tersebut, kita berharap dapat menunjang kesejahteraan masyarakat Desa Dayu,” katanya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Dayu, Subagya, selesai Musrenbangdes, menyatakan, ada 13 poin yang mereka usulkan dalam program kerja untuk tahun 2022 mendatang.
“Semua usuran tersebut kita buat rankingnya, sesuai dengan skala prioritasnya,” ujarnya.
Subagya menyebutkan, program kerja yang menjadi prioritas antara lain pembenahan Pasar Dayu, penanganan masalah sampah, sungai, dan hal-hal yang berkaitan pembangunan Desa Dayu.
“Kita berharap, semoga semua usulan tersebut dapat diterima oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Khusus yang berkaitan dengan Pasar Desa Dayu sebagaimana yang disampaikan Camat, segera kita laksanakan,” tegas Subagya.[]
