Editor : Almin Hatta
BARABAI – Bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus berdatangan. Kali ini giliran eleman perguruan tinggi yang menyalurkan bantuannya, berupa sembako dan layanan kesehatan.
Jum’at (4/2/2021) kemarin misalnya, bantuan sembako dan layanan kesehatan datang dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, bersama sejumlah elemen lainnya.
Direktur Crisis Centre ULM, dr Iwan Aflanie MKes SpF SH, yang ikut mengantar bantuan tersebut mengatakan, bantuan yang digalang Crisis Centre ULM ini berasal dari berbagai organisasi kemahasiswan dan perguruan tinggi.
“Bantuan ini berasal dari sejumlah lembaga yang peduli kepada sesama. Seperti dari ULM sendiri, Wanadri, Dikti, UPER, dan beberapa lainnya. Juga ada dari lembaga pendidikan di Palangkaraya,” katanya.
Menurut dr Iwan Aflanie, bantuan yang mereka bawa ini tidak cuma berupa sembako. Tapi juga bantuan pelayanan medis dari Tim Medis ULM.
dr Iwan Aflanie menjelaskan, Tim Medis ULM ini melakukan aksi bakti sosial bersama komponen masyarakat lainnya, untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat HST yang terdampak banjir.
“Kami memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Termasuk melakukan pendampingan pisikologi awal bagi masyarakat, terutama terhadap anak-anak yang mengalami dampak trauma banjir,” ujarnya.
Selain itu, papar dr Iwan Aflanie, Tim ULM juga melaksanakan program dari Kementerian Pendidikan. “Yakni, bagaimana agar anak-anak yang terdampak banjir ini tidak bermasalah dalam hal pendidikannya,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati HST, H HA Chairansyah, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan semua elemen masyarakat dan organisasi pendidikan ini.
Menurut Bupati Chairansyah, selain dari Kalsel, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari luar provinsi. Antara lain dari Bandung, Palangka Raya, Jakarta, dan Kaltim.
“Bantuan itu pun beragam, tak hanya sembako atau natura. Ada juga bantuan berupa mainan anak-anak, buku tulis, dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Bupati, kalau bantuan logistik sudah cukup banyak. “Kini, yang kita perlukan adalah bantuan pembangunan tempat tinggal masyarakat yang terdampak banjir, sebab ada banyak warga yang kehilangan tempa tinggal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ULM Banjarmasin, Prof Sutarto Hadi, mengatakan bahwa bantuan ke arah fisik bangunan itu sejauh ini belum ada yang disampaikan ke Crisis Centre ULM.
“Saya kira, bantuan fisik bangunan itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, termasuk untuk pembangunan fasilitas pendidikan yang hancur,” ujarnya.
Meski demikian, terkait dengan pembangunan fisik fasilitas pendidikan ini, Prof Sutarto Hadi menyatakan akan menyampaikannya ke pemerintah provinsi. “Untuk saat ini, kita memberikan bantuan yang urgen dulu,” ujarnya.[]
