Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), berencana melaksanakan sekolah tatap muka khusus untuk sekolah dasar (SD) dalam waktu dekat ini.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dusun menggelar rapat (Rakor) koordinasi bersama seluruh kepala sekolah SD di wilayah tersebut, Rabu (17/2/2021).
Rakor yang digelar di SDN 3 Tamiang Layang, tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dusun Timur, Wanrawaty SPd.
“Rakor ini dalam rangka persiapan rencana sekolah tatap muka. Sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Barito Timur yang kita terima, bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2021. Maka dari itu kita perlu melakukan rakor bersama seluruh kepala sekolah SD di wilayah ini,” ujarnya.
Wanrawaty menjelaskan, tujuan rakor ini adalah
agar pihak sekolah menyiapkan sarana prasarana, termasuk penerapan protokol kesehatan. Disebutkan, ada syarat-syarat pembelajaran tatap muka sebagaimana disebutkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan yang diteruskan ke gubernur, bupati, hingga ke Dinas Pendidikan. Karenanya, perlu mempersiapkan segala sesuatunya.
“Persiapan dan sarana prasarana tersebut sudah kita laporkan, termasuk hal-hal lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, papar Wanrawaty, dalam Rakor tersebut pihaknya juga menyampaikan bahwa tidak ada ujian nasional. Tetapi hanya ada ujian sekolah, sesuai arahan atau Surat edaran dari Menteri Pendidikan.
“Nanti pihak sekolah yang akan melaksanakanya di sekolah. Mereka harus mengikuti surat edaran dari Menteri, bagaimana juknisnya nanti saat melaksanakan pembelajaran tatap muka,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 3 Tamiang Laayang, Siono, menyambut baik kabar tersebut. Ia mengaku akan melaksanakanya sesuai juknis persyaratan dari surat edaran tersebut.
“Kita sangat mendukung pembelajaran tatap muka dilakukan 8 Maret 2021. Sebelum dilakukan atau dilaksanakan pembelajaran tatap muka ini, kita akan lakukan simulasi dulu. Baik itu terkait protokol kesehatan, maupun lainya,” tuntasnya.[]
