Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Destinasi wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Anggrek PAMA Magaram Persada di Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur (Bartim), kini sudah mulai dikenal di mancanegara. Istilahnya, sudah mendunia.
Kabar gembira ini disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (DPMDSos) Bartim, Yudesman, di sela kegiatan penanaman pohon dan bunga di Tahura Anggek PAMA Magaram Persada, Sabtu (27/3/2021).
Yudesman bercerita, di 2017 lalu, ketika ia masih menjabat sebagai Camat Paju Epat, pihaknya bersama-sama Pemerintahan Desa Siong dan masyarakat setempat, membangun lahan dan penanaman Anggrek di kawasan tersebut.
“Kala itu, usai kegiatan tersebut, saya diam-diam berharap agar Tahura Anggrek Desa Siong ini bisa mendunia. Ternyata harapan saya terkabul,” ucapnya.
Menurut Yudesman, Tahura Anggrek Desa Siong ini mulai dikenal luas justru bermula dari pembuatan batik lokal dengan motif Anggrek Hitam.
“Batik mofif Anggrek Hitam (khas Kalimantan, red) itu dari hasil kriatif teman-teman, yang pada akhirnya banyak rekan-rekan kita dari Pulau Jawa yang memesan batik tersebut. Bahkan ada keluarga dari mertua saya yang tinggal di Amerika juga pesan. Dari itu, keberadaan Tahura Anggrek Desa Siong ini mulai dikenal di mancanegara,” tuturnya.
Dalam kegiatan penanaman pohon dan bunga di Tahura Anggek PAMA Magaram Persada, Sabtu (27/3/2021), juga melibatkan Tagana Kabupaten Bartim, perwakilan Kecamatan Paju Epat, Bhabinkamtimas, dan Kepala Desa Siong serta stapnya.
“Kegiatan ini juga berkaitan dengan Peringatan Hari Tagana Ke-17, dengan peduli lingkungan dan penghijauan hutan,” ujar Yudesman.
Ke depan, Yudesman berharap pihaknya akan melakukan perbaikan-baikan sehingga menambah daya tarik wisatawan dari mana saja untuk datang ke Tahura Anggreak yang masih terpelihara keaslian alamnya ini.
“Untuk 2021 ini kita harapkan keaslian dan keindahan alamnya bisa dinikmati wisatawan, dan sekaligus bisa menjadi pemasukan penghasilan Pemerintahan Desa Siong,” ucapnnya.
Menurut Yudesman, Dinas Priwisata Bartim sudah membolehkan Tahura Anggrek ini dibuka dan menerima pengunjung. Tapi dengan syarat, hindari kerumunan, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Untuk itu kepala desa Siong bisa membuatkan Perdes-nya, agar memudahkan bagi petugas jaga, termasuk soal karcis masuk dan fasilitas pemeliharaannya. Semua itu utamakan protokol kesehatan dan hal lainnya, demi pencegahan penyebaran Covid-19,” tutup Yudesman.[]
