Panen Ceria Kebun Jagung Lapas Kelas IIB BanjarbaruPanen Ceria Kebun Jagung Lapas Kelas IIB Banjarbaru

Panen Ceria Kebun Jagung Lapas Kelas IIB Banjarbaru

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARBARU – Ada sebuah ungkapan lama yang berbunyi, “Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha”. Itulah yang mungkin pas untuk menggambarkan apa yang terjadi di Lapas Banjarbaru, Sabtu (27/03) pagi kemarin.

Sabtu kemarin itu sebuah kegembiraan mengiringi  prosesi panen jagung di perkebunan milik Lapas Banjarbaru. Kegiatan tersebut merupakan hasil proses program pembinaan kemandirian bidang perkebunan, yakni GIAT bercocok tanam.

Siapa sangka, di balik jeruji besi dan tembok tinggi lapas, berlangsung rutin kegiatan positif guna bekal terampil di masa depan selepas menjadi hukuman. Yakni mengolah lahan seluas 0,5 hektare oleh para WBP menjadi kebun aneka ragam sayuran.

Petikan jagung dari Kalapas Banjarbaru, Amico Balalembang, menjadi pembuka giat panen, yang berlanjut petikan kompak seluruh strukural yang hadir.

Kepada teman media, Amico menerangkan bahwa jagung yang dipanen akan dibawa pihak ketiga dan hasilnya disumbangkan kepada PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), sebagai implementasi salah satu poin pada Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020.

Tapi tidak semua hasil panen masuk mobil pick-up untuk dibawa keluar. Sebagian masuk ke dapur masak untuk melengkapi kebutuhan makan WBP.

“Juga menjadi premi bagi WBP yang mengikuti pembinaan kemandirian,” ujar Amico.

Meski pandemi, Amico menaruh harapan program pembinaan perkebunan bisa lebih produktif lagi demi menghasilkan produk perkebunan yang unggul melalui pemanfaatan lahan yang cukup luas, serta kondisi tanah yang subur.

Bukan jagung saja yang membentang luas di kawasan dalam Lapas tersebut. Aneka sayuran seperti kacang, terong, cabe, sawi, tomat, lombok, dan bahkan terpampang 5 kolam budidaya perikanan terisi bibit lele, nila, dan patin yang siap panen tiga bulan ke depan.

Seorang WBP mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam program pembinaan ini. “Bisa mengisi waktu kosong, kan bosan juga kalau di kamar terus. Siapa tau nanti bisa menjadi petani sukses, amin,” ujarnya. 

“Terima kasih atas dukungan, partisipasi, dan kerjasama semua pihak dalam giat panen jagung ini. Semoga dapat menjadi bekal yang terampil bagi mereka kelak ketika sudah kembali berada di tengah masyarakat,” pungkas Amico.[]