Tangani Echa Putri Tidur, PJ Gubernur Kalsel Bentuk Satgas KhususTangani Echa Putri Tidur, PJ Gubernur Kalsel Bentuk Satgas Khusus

Tangani Echa Putri Tidur, PJ Gubernur Kalsel Bentuk Satgas Khusus

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Menyikapi adanya fenomena langka, yakni sindrom Putri Tidur yang dialami Echa, seorang remaja putri warga Kalsel berusia 16 tahun, Pj Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA memutuskan untuk membentuk Satgas Khusus.

“Tadi sore saya sudah ke rumah Echa, sudah melihat kondisinya, sekaligus berbicara dengan orangtuanya. Saya juga membawa Kepala Dinas Kesehatan dan dokter,” katanya, saat ditemui seusai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kalsel, Jum’at malam (9/4) kemarin.

Menurut Safrizal ZA, Echa harus ditangani secara kompherensif, dan untuk itu pihaknya akan membentuk tim dokter. “Soal biaya pasti ditanggung,”ujarnya.

Safrizal menuturkan, sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka diperlukan observasi dan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana kondisi Echa sebenarnya secara medis.

“Agar cepat tertangani, kita akan langsung membuat SK mengenai pembentukan Satgas Khusus yang terdiri dari Tim Dokter,” ucapnya.

“Nanti Tim Dokter tersebut akan membuat rencana observasi, pemeriksaan secara maksimal, agar Echa bisa langsung ditangani,” ungkapnya.

Perawatan di rumah sakit, menurut Safrizal, tentu sangat diperlukan agar Echa dapat terpantau dengan baik.

“Segera nanti juga akan kami rawat di rumah sakit, karena itu jauh lebih baik dan pasti selalu dipantau oleh tim dokter. Sehingga, walaupun semua kondisi klinis dia baik-baik saja, tapi karena tidur lama tentu asupan gizinya berkurang. Kita khawatir nanti kurang gizi, lalu penyakit yang lain muncul,” imbuhnya.

Ditanya soal siapa yang menanggung biaya pengobatan Echa, Safrizal dengan tegas siap menanggung biayanya. “Kalau dari Pemerintah ada duit, ya ditanggung pemerintah. Kalau tidak ada, saya yang bayar,”ucapnya.

Sebagai informasi, Echa seorang gadis berusia 16 tahun akhir-akhir ini mengemparkan masyarakat karena telah tertidur selama 9 hari lamanya.[]