Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Kendati dana hibah telah dikeluarkan ke KONI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), namun KONI tetap menegaskan bahwa hibah tersebut tak memadai untuk keberangkatkan atlet Kalsel ke PON Papua 2021.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabinpres) KONI Kalsel, Gusti Perdana Kesuma, mengatakan, dana hibah sementara ini hanya sebatas untuk persiapan.
“Kalau untuk keberangkatan anggarannya nol rupiah, karena hibah yang ada tak memadai,” katanya, Sabtu (24/4/2021).
Adapun anggaran pembinaan prestasi di KONI Kalsel ini tahun ini sekitar Rp4,3 miliar. Dana tersebut hanya untuk mempersiapkan atlet ke PON, belum termasuk untuk keberangkatannya.
“Jumlah itu sekitar 60 persen dari dana hibah ke KONI Kalsel dengan nilai keseluruhan mencapai Rp7,2 miliar di tahun ini, yang baru saja keluar kemarin,” ujarnya.
Sementara untuk keberangkatan atlet ke PON Papua 2021, papar Gusti Perdana, tidak masuk pada hibah tahun ini. “Makanya diperjuangkan pada anggaran perubahan 2021 mendatang,” ucapnya.
Adapun permintaan anggaran dari KONI Kalsel sekitar Rp22 miliar, termasuk untuk keberangkatan dan semua kegitan selama PON di Papua.
Sementara jumlah atlet dan pelatih mencapai 162 orang, yang terbagi atas atlet 111 orang, pelatih 52 orang, dan official sekitar 50 persennya.
“Nilai tersebut sudah diajukan di perubahan. Mudah-mudahan tak dipangkas, karena itu nilai minimal yang sudah kita perhitungkan beberapa kali,” tandasnya.
Adapun pengajuan hibah pertama, ungkap Gusti Perdana, senilai Rp35 miliar. Namun, setelah dihitung lagi dikurangi hingga Rp21,8 miliar.
“Kalau dipankas lagi, kita khawatir ada beberapa cabor yang tak berangkat dan mendapat sanksi, karena ada tatanan dalam pertandingan untuk nomor dipertandingan, dan PB PON sudah menegaskan yang lolos PON harus ikut,” pungkasnya.[]
