Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Banjir di 3 kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan terakhir, ditaksir menyebabkan kerugikan milyaran rupiah terhadap petani.
Hal ini tercantum dalam data yang dikumpulkan Serikat Petani Indonesia (SPI). Disebutkan, ada 35 hektare lahan pertanian pangan di Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, yang terkena dampak banjir kali ini.
Kemudian, “Kami mencatat ada 6 desa terdampak banjir di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu Desa Sinar Bulan, Desa Satui Timur, Desa Satui Barat, Desa Jombang, dan Desa Sejahtera Mulia, dimana 87 Hektare sawah dan lahan pertanian pangan rusak akibat bencana di Hari Raya Idul Fitri tahun ini,”ucap Dwi Putra Kurniawan, Ketua SPI Kalsel, Senin (17/5/2021).
Untuk di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ada 9 desa terdampak. Yaitu Desa Haruyan, Haruyan Seberang, Desa Teluk Masjid, Desa Pengambau Hilir Luar, Desa Pengambau Hilir Dalam, Desa Lokbontar, dan Desa Mangunang, dimana 98 hektare sawah dan lahan pertanian pangan ikut terendam.
Dwi menuturkan, kerugian petani termasuk terendamnya lahan pertanian dan tempat tinggal ini nilainya mencapai Rp 7 milyar rupiah.
“Kerugian materi petani mulai dari tempat tinggal dan lahan pertanian pangan, kami perkirakan kurang lebih Rp 7 miliar,” ujarnya, dihubungi via WhatsApp.
Dengan adanya kerugian yang nilainya tak main-main ini, tentu pihak SPI Regional Kalsel mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengganti kerugian petani yang gagal panen.
“Sesuai UU No 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” terang Dwi.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta BPK dan BPKP untuk segera melakukan audit mengenai kegiatan revolusi hijau Kalsel dari tahun 2018-2021.
“Kami SPI Kalsel juga meminta BPK dan BPKP untuk segera mengaudit kegiatan revolusi hijau Kalsel yang telah digaung-gaungkan sejak 2018-2021, yang katanya telah menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp30 miliar. Akan tetapi bencana ekologi malah kian bertambah di tahun 2021 ini,” ujar Dwi.
Dwi menyatakan, SPI Kalsel turut prihatin atas musibah ekologi, yakni banjir yang merendam tiga kabupaten di Kalsel.
“Serikat Petani Indonesia Kalimantan Selatan sangat prihatin melihat kondisi hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M di Kabupaten Tanbu, Kabupaten HST, Kabupaten Kotabaru,” ungkap Ketua SPI Kalsel ini.[]
