Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Wacana pemasangan kembali stick cone di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin, kembali menjadi perbincangan di hangat di masyarakat.
Berbagai pro dan kontra muncul di tengah masyarakat. Contohnya Syahdi Lazuardi. Pengguna kendaraan roda empat ini berkeluh-kesah mengenai wacana pemasangan kembali stick cone ini.
“Kalau menurut saya, pemasangan stick cone tidak sesuai dengan fungsinya. Untuk apa dipasang, kalau tidak sesuai dengan fungsi awalnya,” ujarnya, Kamis (27/5/2021).
Menurut Syahdi, sejak awal dipasang, stick cone ini seharusnya dilakukan monitoring. “Saya lihat masih banyak pengguna kendaraan roda dua yang melintas di lajur pesepeda tersebut,” katanya.
Anugrah Septiadi Irawan, juga punya komentar. Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengingatkan, agar rencana pemasangan stick cone di sepanjang Jalan A Yani ini terlebih dulu dikomunikasikan dengan masyarakat. “Agar tidak terjadi informasi yang simpang siur,” ucapnya.
Menurut Anugrah, pemerintah harus mengkaji, apakah kebijakan pemasangan kembali stick cone ini membuahkan hasil untuk masyarakat.
“Pemerintah juga harus dapat mengkaji, apakah pemasangan stick cone ini efektif, dan bagaimana out come dari kebijakan pemasangan stick cone ini untuk masyarakat,” jelasnya.
Anugrah bahkan mengkhawatirkan keberadaan stick cone ini justru mengganggu arus lalulintas dan merusak nilai estetika di sepanjang A Yani.
Adanya berbagai komentar masyarakat ini, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Endry pun angkat bicara.
“Kalau masalah pemasangan kembali stick cone itu, ya kita dan pihak-pihak terkait seperti Satgas Normalisasi Sungai, Balai Jalan, dan Satlantas Kota, juga masih melakukan evaluasi.
“Apakah pemasangan stick cone ini sudah efektif atau belum, itu yang masih kita pelajari lagi,” ujarnya ketika temui di ruang kerjanya, Kamis pagi (27/5).
Menurut Endry, wacana pemasangan stick cone ini masih belum pasti. Mengingat masih ada hal lain yang harus dibenahi.
“Jadi belum kami pastikan. Karena masih ada hal lain yang kami benahi. Contohnya patroli larangan parkir di atas trotoar yang kami adakan kemarin,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendengarkan aspirasi masyarakat. “Kita juga mempertimbangkan bagaimana respon masyarakat mengenai adanya wacana ini. Tapi sampai saat ini, yang saya dengar kebanyakan masyarakat tidak setuju,” ucapnya.
Endry mengatakan wacana pemasangan stick cone ini juga masih mempertimbangkan banyak hal. Seperti pemeliharaan jalan, tata lalulintas, dan estetika kota.
“Untuk pemasangan, intinya kami dan berbagai pihak masih berkoordinasi dan mengevaluasi semua aspek, karena banyak aspek yang dilihat jika stick cone itu kembali di pasang,” tutup Endry.[]
