Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengajak warga bersama-sama mengembangkan potensi lokal, untuk meraih kesejahteraan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dispersip Bartim melaksanakan kegiatan Inklusi Berbasis Sosial dan Repikasi Perpustakaan Desa, dengan keterampilan membuat bakul dan tali maliar, di Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, Rabu (10/6/2021) pekan kemarin.
Kegiatan Inklusi Berbasis Sosial ini dilaksanakan di perpustakaan setempat, dengan melibatkan masyarakat, dengan fokus pengembangan potensi lokal desa.
Selain di Desa Simpanang Naneng dengan peningkatan keterampilan membuat bakul dan tali maliar, kegiatan serupa sudah pula dilaksanakan di Desa Batuah, berupa praktek pembuatan Kripik Tempe Koro pada 7 Juni 2021 lalu.
Kepala Dispersip Bartim, Drs Frindiano Leloni, mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan program Dispersip Bartim tahun anggaran 2021.
“Dispersip Bartim telah menunjuk dua orang fasilitator daerah (Fasda) untuk kegiatan Inklusi Berbasis Sosial ini. Yaitu Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Kasi Layanan Perpustakaan, yang sudah ditunjuk sebagai fasilitator daerah,” katanya.
Drs Frindiano Leloni menjelaskan, diadakannya kegiatan Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini mencakup 4 tujuan secara garis besar.
“Tujuan pertama; transformasi perpustakaan bagi kesejahteraan masyarakat, untuk mengurangi kemiskinan. Kedua; melalui kegiatan ini dapat melakukan avokasi dengan pihak lain. Ketiga; tersedianya buku untuk bisnis usaha yang dapat meningkatkan keterampilan. Keempat; perpustakaan melalui program inklusi berbasis sosial sebagai pusat belajar,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Dinas, pada tahun 2021 ini ada 5 desa yang menjadi sasaran Program Transformasi Inklusi Berbasis Sosial yang dilaksanakan oleh Dispersip Bartim, melalui Bidang Perpustakaan Pengembangan Kegemaran Membaca.
“Yaitu Desa Batuah, Desa Pulau Padang, Desa Bamban, Desa Simpang Naneng, dan Desa Pangkan,” pungkasnya.[]
