Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Guna meningkatkan kegiatan ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19, Pemprov Kalsel gunakan strategi Gas-Rem.
Kebijakan tersebut diutarakan PJ Gubernur Kalsel, Safrizal, seusai pelantikan Pengurus Perbankin Kalsel, di Gedung Chandra, Banjarmasin, Rabu (16/6) malam.
“Strateginya gas dan rem. Kalau lagi banyak Covid-nya maka direm. Operasional restoran, tempat publik, dan lain-lain, dikurangi kepadatannya. Sebaliknya kalau lagi bagus dan terkendali, gas ekonominya,” ujarnya.
Menurut Safrizal, menangani pandemi Covid-19 ini diperlukan keseimbangan. Baik dari segi ekonomi maupun mobilitas masyarakat.
“Menangani Covid itu mesti ada kesimbangan. Dari sektor ekonomi, waktunya ngegas. Dilihat dari tingkat nasional, kita di bawah skala nasional, dan banyak wilayah kuning artinya rendah,” ucapnya.
Sektor perekonomian yang ada di Kalsel juga turut difasilitasi Pemprov Kalsel, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Untuk sektor tambang, perkebunan, pertanian, dan UMKM, itu segera gas. Kita kembangkan dan kita fasilitasi, supaya pertumbuhan ekonomi bisa naik. Target di kuartal kedua tahun ini sudah mulai positif,”ungkapnya. “Sudah naik sih, tapi masih di posisi -1,25%,” tambahnya.
Safrizal sendiri mentargetkan, pertumbuhan ekonomi dari yang awalnya minus, kini menjadi positif.
“Targetnya kita positif dulu individual, supaya tambah semangat. Betul sector ekonomi yang banyak membantu adalah impor-ekspor. Semua sektor seperti tambang, sawit, dan UMKM, juga kita genjot,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Safrizal, Pemprov Kalsel juga turut memberikan izin kepada sektor bisnis yang mengumpulkan masyarakat dengan catatan terapkan prokes.
“Bagi bisnis yang mengumpulkan masyarakat banyak, sudah bisa digelar. Asal menerapkan prokes. Jadi aktivitas masyarakat jalan dan prokes jalan,” ujarnya.[]
