Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Kerjasama penyaluran Bansos antara PT Bank Mandiri (Persero) Kantor Cabang Pelayanan (KCP) Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur (Bartim ), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan Dinas Sosial (Dinsos) Bartim sejauh ini berjalan lancar, tidak ada kendala.
“Intinya, kita dari Bank Mandiri menyalurkan bantuan sosial (Bansos) rata-rata 97% dari tahun 2020 sampai 2021. Untuk kendala sejauh ini tidak ada,” kata Ahmad Fuad, Pimpinan Bank Mandiri KCP Tamiang Layang, Kamis (24/6/2021).
Ahmad Fuad memaparkan, selama ini cuma ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bansos yang sudah pindah tempat tinggal, dan tidak diketahui lagi datanya. Juga ada yang sudah meninggal dan hal lainnya, tapi tidak terdata.
“KPM yang sudah meninggal tapi masih terdata sebagai penerima Bansos ada sekitar 3%. Itu kebanyakan penerima bantuan sosial sembako Program PKH, dan belum mengambil,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ahmad Fuad, pada bulan Juni 2020 ketika ada bantuan dari pusat, yakni bantuan Covid-19, dimana KPM tidak boleh mengambil dobel. Jadi harus pilih salah satu.
“Karena pada waktu itu kebanyakan KPM mengambil Bansos Covid-19, jadi banyak yang untuk Bansos lewat Mandiri tidak bisa diambil. Karenanya penyaluran program Bansos lewat Bank Mandiri ‘hanya’ mencapai 97%, sebab sisanya belum tersalurkan,” tuturnya.
Ahmad Fuad juga menyebutkan, ada cukup banyak KPM yang belakangan tidak diketahui lagi tempat tinggalnya. “Mungkin disebabkan pindah tempat tinggal di saat masa pandemi Covid ini. Jadi, kami dari Bank Mandir hanya dapat menyalurkan Bansos kepada KPM yang data kependudukannya sudah terkoneksi,” tutupnya.[]
