Editor : Almin Hatta
SEORANG wanita, warga Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), duduk santai sambil tersenyum manis di dalam sampan papan yang didayung beberapa anggota kepolisian Polres Bartim, menuju sejumlah rumah warga yang terkepung banjir di Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kamis (16/9/2021) kemarin.
Wanita menarik ini bernama Nia Fitra yang lebih dikenal di Facebooknya dengan nama Encek Bohay. Wanita murah senyum dengan suara lembut ini tak membosankan dipandang dalam tayangan Tik-Tok-nya.
Lalu, kenapa pula Encek Bohay ini ikut bersampan dengan anggota kepolisian yang tengah mengevakuasi warga dari rumah mereka yang dikepung banjir?
Rupanya, Encek Bohay secara sukarela ikut membantu kegiatan kemanusiaan tersebut. Yakni menolong warga yang terdampak banjir, dengan membagikan paket sembako.
Bersama angota Satlantas Polres Bartim, anggota Polsek Pematang Karau, dan sejumlah relawan, Encek Bohay ikut mendatangi rumah-rumah warga yang terendam banjir. Satu per satu rumah itu disambangi, dan diberikan paket sembako. Isinya mie instan, roti, dan lainnya.
“Kita bagikan langsung kepada warga yang terkena dampak banjir pada saat ini,” ujarnya, sambil tersenyum, manis tentunya.
Menurut Encek Bohay, paket sembako yang dibagikan kepada warga Desa Bararawa yang terdampak banjir ini merupakan donasi dari masyarakat Tamiang Layang. Yang terkumpul sebanyak 80 paket sembako.
“Penggalangan dan penyampaian bantuan tersebut melibatkan Relawan Semuja Ampah, Relawan Matabu Jaya, dan Relawan Tamiang Layang,” jelasnya.
Warga yang menerima bantuan paket sembako mengucapkan terima kasih kepada semua relawan yang sudah sigap membantu. Baik saat melakukan evakuasi, pembagian paket, serta pengaturan lalulintas yang dipimpin pihak kepolisian.
Nah, satu ketika ada seorang kakek yang menolak untuk dievakuasi. Ia memilih bertahan di rumahnya yang sudah terendam banjir.
Namun, dengan tutur kata yang manis dan suaranya yang lembut, Encek Bohay alias Nia Fitra, berhasil menggugah hati si kakek.
“Kai…Ayooo Kai kita mendatangi Nini. Kasian Nini malam ini kedinginan kalo kadada pian di higa. Kada maraslah pian Kai,” kata Encek Bohay kepada kakek yang masih berada di dalam rumah. “Kabarnya kai ai, banyu malam ini badalam,” sambungnya.
Hati si kakek pun luluh. Si Kakek yang tadinya bersikeras untuk bertahan di rumahnya, meski air sudah sangat tinggi, akhirnya bersedia untuk dievakuasi.[]
