Empat Desa di Kecamatan Tebing Tinggi Terendam

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BALANGAN – Banjir yang berasal dari luapan air dua aliran sungai di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, mengakibatkan empat desa terdampak.

Diketahui, banjir ini dikarenakan adanya dua aliran sungai yang meluap hingga ke pemukiman penduduk. Yaitu Sungai Pitap yang mengakibatkan Desa Mayanau, Desa Tebing Tinggi dan Desa Juuh terendam. Serta Sungai Kambiyain yang mengakibatan  Desa Auh kebanjiran.

Berdasarkan informasi data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, terdata ratusan buah rumah terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (15/11/2021).

Menurut H Rahmi selaku PLt Kepala BPBD Balangan, ketinggian air di masing-masing desa cukup bervariasi. Di Desa Juuh antara 30 cm sampai 1,5 meter, yang merendam sekitar 50 rumah di RT 3 dan 4. Warga yang terdampak sebanyak 56 KK (Kepala Keluarga) yang teridiri dari 166 jiwa. Satu fasilitas umum, yakni Poskesdes, dan untuk jalan raya yang terendam dengan panjang kurang lebih 600 meter.

Untuk Desa Mayanau, bervariasi antara 80 cm hingga 1 Meter, di RT 1 dan 2, dengan 105 buah rumah, 110 KK (340 Jiwa). Uutuk jalan raya terdampak sekitar 200 meter. 

Di Desa Tebing Tinggi, hanya satu RT yang terdampak. Yakni RT 2 , dengan 15 buah rumah, 18 KK (54 Jiwa) terdampak. Untuk ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 cm.

Kemudian Desa Auh terdampak warga RT 2 dan 4, dengan 6 buah rumah, 6 KK (18 Jiwa), dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 1,2 meter.

“Akibat yang ditimbulkan, terdata 176 buah rumah, 193 KK yang terdiri 578 jiwa terdampak,” ujarnya H Rahmi.

Menurut H Rahmi, curah hujan yang tinggi di daerah pegunungan telah  menyebabkan air sungai meluap, hingga air sungai memasuki pemukiman warga. Senin kemarin, ssekitar pukul 05:15 WITA, air mulai menggenangi dan merendam beberapa rumah, jalan raya, rumah ibadah, serta sekolah.

“Sekarang air yang menggenangi halaman rumah serta jalan raya sudah mengalami penurunan. Diperkirakan, apabila di daerah pegunungan diguyur hujan lagi, kemungkinan debit air akan bertambah, dan air sungai akan mengalami kenaikan lagi,” ujarnya.[]