Truk Batubara Sudah Bisa Lewat Jalan Desa Karang Langit

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Puluhan truk bermuatan batubara yang pada Sabtu (29/1/2022) lalu sempat tertahan di ruas jalan Desa Karang Langit, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sejak Minggu 30 Januari 2022 kemarin sudah bisa melintas dengan lancar dan aman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu lalu puluhan mobil angkutan batubara tertahan di Desa Karang Langit. Pasalnya, jalan yang rusak karena dilewati angkutan batubara tersebut diportal oleh warga.

Warga meminta pihak perusahaan batubara memperbaiki terlebih dulu jalan yang rusak tersebut, baru angkutan batubara mereka boleh melintas.

Menurut Kepala Desa Karang Langit, Joliono, tuntutan warganya sangat beralasan. Sebab, angkutan batubara atau perusahaan batubara itu sendiri menghasilkan keuntungan. Sementara warga justru mendapatkan dampaknya. Yakni aktivitasnya terganggu lantaran jalan yang rusak.

“Jadi, warga menuntut tanggung jawab pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut,” katanya kepada Maknanews, Minggu (30/1/2022).

Joliono menyebutkan, ruas jalan yang rusak paling parah terjadi di wilayah RT04 Desa Karang Langit.

“Agar truk angkutan batubara tidak tertahan lagi aktivitasnya, maka tolong perhatikan, jalan yang rusak diperbaiki. Jangan biarkan jalan terus bertambah rusah. Sebab, mobil milik warga kami tak bisa lewat, dan aktivitas warga secara umum juga terganggu dengan kondisi jalan yang tak layak tersebut,” ujarnya.

Menurut Joliono, rombongan dump truk angkutan batubara itu biasanya melintas di jalan Desa Karang Langit satu atau dua kali dalam seminggu.

“Karena seringnya angkutan dengan muatan berat tersebut melintas, maka jalan pun rusak. Harapan saya selaku kepala desa, agar bila ada jalan yang rusak segera diperbaiki, sehingga tidak menjadi semakin parah,” ucapnya.

Sementara itu, warga RT04 Desa Karang Langit mengaku jalan yang rusak sudah diperbaiki. Tapi hanya ditimbun dengan Keriston, bukan menggunakan batu putih yang keras.

Menurut warga, kalau cuma ditimbun dengan matrial Keriston, maka pada saat turun hujan jalan tersebut menjadi licin dan bisa rusak kembali.

“Bagusnya jalan yang rusak ditimbun menggunakan matrial batu putih yang keras, sehingga tidak terjadi lagi kerurasakan yang sama. Setidaknya bisa bertahan lebih lama,” katanya.[]

Editor : Almin Hatta