Kades Turan Amis: Perusahaan Harus Ikuti Arahan Presiden RI

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Studi banding tentu bermanfaat. Yakni mendapatkan masukan dari kunjungan ke daerah lain untuk diterapkan di daerah sendiri.

Setidaknya, demikian yang diperoleh Leonardus selaku Kepala Desa Turan Amis, Kecamatan Raren Batuah, ketika mengikuti studi banding Bupati  Kabupaten Barito Timur (Bartim), Ampera AY Mebas SE MM, ke tiga kabupaten tetangga di Kalimatan Tengah, pekan kemarin.

Rombongan Bupati Ampera ini melakukan studi banding ke Kabupaten Kota Waringin Timur, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Sukamara.

“Secara jujur, hasil studi banding ini benar-benar bagus jika bisa diterapkan di Kabupaten Bartim,” kata Leonardus di sela kegiatan studi banding tersebut.

Menurut Leonardus, potensi yang ada dan dikelola dengan baik di tiga kabupaten tersebut juga ada di Bartim.

“Kalau berbicara sawit, di Bartim ada PT BKI. Bicara tambang, kita punya PT Riung, PT Moto, dan banyak lagi perusahan lainnya,” ujarnya.

Leonardus menyebutkan, dari studi banding tersebut diperoleh pengetahuan bahwa perusahaan-perusahaan besar di tiga kabupaten yang dikunjungi tersebut ternyata membangun kemitraan dengan BUMDes setempat.

“Kemitraan itu merupakan penerapan arahan dari Presiden RI. Kalau hal tersebut diterapkan juga di Bartim, khususnya di Desa Turan Amis, tentu hasilnya akan bagus,” tuturnya.

Menurut Leonardus, sesuai arahan Presiden RI, mestinya semua perusahan yang ada di daerah menjalin bekerjasama dengan BUMDes yang ada di desa-desa sekitaran perusahaan tersebut.

“Tapi, semua itu tergantung pihak perusahan. Apakah mau menuruti dan menaati, atau justru  mengabaikan arahan Presiden,” tegasnya.

Meski demikian, Leonardus bertekad untuk menerapkan hasil studi banding tersebut pada BUMDes Turan Amis. 

“Sebenarnya, di BUMDes Turan Amis ada beberapa yang sudah kami laksanakan. Termasuk Wisata Dam Turan Amis yang sudah berjalan, dan itu sangat membantu warga kami,” tuturnya.

Leonardus mengakui, Wisata Dam Turan Amis memang belum dapat menyumbang PAD.

“Namun, untuk saat ini, keberadaan Wisata ini sudah dapat membantu perekonomian warga sekitarnya. Yakni melalui pengelolaan parkir serta usaha warung makan dan minum,” katanya.

Menurut Leonardus, keberhasilan BUMDes Mart di kabupaten yang dikunjungi dalam studi banding tersebut adalah adanya kerjasama antara perusahan besar dengan BUMDes setempat.

“Pertanyaannya, kenapa di tempat kita perusahaan-perusahaan besar itu belum bisa digandeng untuk memajukan BUMDes setempat?” ucapnya.[]

Editor : Almin Hatta