TAMIYANGLAYANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sejauh ini belum mendapat petunjuk mengenai peganai honorer di kabupaten tersebut.
Sebagaimana diketahui, Kemenpan mulai tahun 2023 mendatang telah meniadakan istilah pegawai honorer. Yang ada hanya PNS dan P3K.
Seusai rapat zoom meting (daring) di ruang kerjanya pada Kamis 16 Juni 2022 lalu, Kepala BKPSDM Bartim, Jhon Wahyudi AP MSI, menyatakan, berkaitan dengan honor yang ada di Kabupaten Bartim ini untuk sementara belum ada petunjuk teknis penyesuaian datanya.
“Terakhir dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) dengan surat itu sangat jelas, untuk tahun 2023 hanya ada dua istilah dalam ASN sesuai dengan undang-undang. Yaitu PNS dan P3K,” katanya.
Sedangkan untuk yang lain, papar Jhon Wahyudi AP MSI, yang diperkenankan hanyalah tenaga-tenaga ahli atau tenaga kontrak.
“Itu pun bukan dianggarkan seperti penggajian berlanjut sebagaimana pegawai, dan dibatasi hanya untuk tenaga sopir, tenaga keamanan, tenaga kebersihan. Untuk yang lainnya kita lihat nanti, apakah masih ada kemungkinan seleksi P3K,” ujarnya.
Menurut Jhon Wahyudi AP MSI, yang mungkin masih ada adalah tenaga guru dan kesehatan.
“Tapi, berkaitan apakah ada seleksi P3K untuk tahun ini, kita belum bisa mendahului dari informasi. Namun, untuk menuju ke sana mungkin ada seleksi P3K untuk tahun ini,” ucapnya.
Jhon Wahyudi AP MSI menyebutkan, setiap tahun sudah ada angka-angka jumlah keperluan P3K. Namun yang menentukan adalah keputusan pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menyajikan data bahwa kebutuhan kita sekian dalam kurun 5 tahun (2018 sampai 2023).
“Sedangkan kebutuhan untuk semua instansi di Bartim, misalnya mengganti pegawai yang pensiun, ada sekitar 200 orang. Ini bisa diisi, walaupun tak harus 200 orang. Contoh, guru ada 200 orang yang pensiun, mungkin bisa diisi 150 orang guru baru,” tuturnya.
Jhon Wahyudi menegaskan, harapan pihaknya untuk honor yang ada di Bartim ini sama dengan harapan banyak orang.
“Jadi, kita berharap ada solusinya untuk berkelanjutan. Mudahan informasi P3K ada, sehingga mereka bisa terakomudir, ikut seleksi. Itu saja harapan kita,” imbuhnya.[]
Editor : Almin Hatta
