TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengalokasikan anggaran Rp21.332.569.000 untuk biaya berobat warga miskin melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tahun Anggaran 2023.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bartim, Misnohartaku, usai menghadiri rapat kerja dengan DPRD Bartim, BPJS, dan perangkat daerah terkait, Senin (13/2/2023).
“Tahun 2023 ini anggaran BPJS untuk masyarakat miskin yang didaftarkan Pemkab Bartim sebesar Rp21.332.569.000. Sedangkan jumlah kepesertaan BPJS masyarakat miskin hingga saat ini sebanyak 27.445 jiwa,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Bartim, Ariantho S Muler, mengimbau masyarakat miskin yang belum menjadi peserta BPJS agar mendaftarkan diri ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (DPMDSos) Bartim, karena masih tersedia anggaran Rp9 miliar yang belum terpakai.
“Teknisnya melalui desa dulu, kemudian diusulkan ke DPMDSos. Selanjutnya Dinas Sosial secara estafet menyampaikan ke pemerintah daerah dan BPJS, agar nanti bisa diberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujarnya.
Ariantho mengungkapkan, dari sisi pelayanan kesehatan, Direktur RSUD Tamianglayang sudah melaporkan rencana pengadaan alat Rontgen untuk mengganti yang rusak.
“Kami berharap pengadaan ini bisa cepat dilakukan, sehingga masyarakat yang membutuhkan Rontgen tidak perlu lagi ke luar daerah,” ucapnya.[]
Editor : Almin Hatta
