TAMIYANGLAYANG – Jum’at 17 Maret 2023 kemarin, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar perayaan HUT Ke-49 secara sederhana di RSUD Tamiyanglayang.
Ketua PPNI Bartim, Nelwan Adrius, dalam acara itu menggelorakan semanga seluruh perawat yang bertugas di Bartim dengan mengucapkan Dirgahayu PPNI Barito Timur Ke-49.
“Banggakan hati dengan kiprah kita selama ini. Selama masa pendemi hingga sekarang kita terus tegar bertahan. Harapan seluruh perawat terus bersatu meningkatkan profesionalisme, meningkatkan pelayanan pada masyarakat, dan secara khusus untuk sejawat perawat di RSUD Tamiyanglayang,” ucapnya.
Nelwan Adrius menyebutkan, HUT PPNI Ke-49 tahun 2023 ini mengusung tema: Gapai Sejahtera dengan Profesionalisme.
“Perlu diketahui, kesejahteraan perawat saat ini masih jauh dari apa yang diharapkan, dari apa yang diamanatkan, baik oleh profesi maupun oleh peraturan,” tuturnya.
Untuk itu, Nelwan Adrius menyampaikan harapannya, dengan profesionalisme perawat makin dihargai, kesejahtraannya akan semakin meningkat.
“Jumlah perawat di Bartim sekarang 458 orang. Sebanyak 131 orang diantaranya bertugas di RSUD Tamianglayang. Sisanya tersebar Puskesmas, Klinik, serta di beberapa perusahaan yang ada di Bartim,” ujarnya.
Nelwan menyebutkan, dari 458 perawat tersebut ada yang sudah habis masa kontraknya. Di sisi lain, pelayanan kesehatan di Kabupaten Bartim masih membutuhkan banyak perawat.
“Jadi kita berharap mereka bisa diakomudir dalam P3K atau penerimaan ASN secara khusus di rumah sakit. Sebab, kalau tenaga perawat kurang, maka pelayanan akan timpang,” tuturnya.
Nelwan mengakui, perawat memang bukan segala-gelanya dalam pelayanan kesehatan. Tapi tanpa perawat, tentunya pelayanan tak dapat berjalan maksimal.
“Jadi kami tidak ingin berspekulasi seperti itu. Kami ingin meningkatkan profesionalisme kerja dengan profesional, untuk kemajuan pembangunan kesehatan, secara khusus untuk Bartim. Juga untuk puskesmas-puskesmas, tingkatkan profesionalisme,” pungkasnya.[]
Editor : Almin Hatta
