TAMIYANGLAYANG – Ratusan warga penerima manfaat Bansos Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kelurahan Tamianglayang dan beberapa desa di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berkumpul dan mengantre di aula kecamatan setempat, Sabtu (1/4/2023), untuk menerima penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial.
Penyaluran bantuan berupa uang tunai tersebut disalurkan melalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Sosial (DPMDSos) Kabupaten Bartim yang bekerja sama dengan Bank Mandiri, dengan pengawalan anggota Polres Bartim serta Polsek Dustim.
Koordinator PKH Bartim, Ninung Tiviyanti, bersama TKSK Sri Ekatni dan pihak kecamatan, serta sejumlah pihak lainnya, mendampingi Kepala Bidang Sosial DPMDSos Bartim, Tuberta Hartano, terkait masalah administrasi, penyaluran, dan monitoring penyaluran bantuan tersebut.
“Penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial hari ini ada dua jenis. Yaitu bantuan Sembako dan PKH. Kalau penerima bantuan Sembako belum tentu mendapatkan PKH. Sedangkan penerima PKH dipastikan mendapatkan bantuan Sembako,” kata Tuberta.
Menurutnya, untuk penerima bantuan Sembako menerima berupa uang tunai Rp400.000. Sedangkan untuk PKH sebesar Rp1 Juta.
“Untuk perhitungan sudah ditentukan oleh Kementerian Sosial dengan rumus tersendiri, kita hanya membantu untuk penyaluran saja,” ujarnya.
Dijelaskan Tuberta, untuk penerima Bansos Sembako hari itu sebanyak 128, dan penerima PKH sebanyak 168 orang.
Sementara salah seorang penerima Bansos Sembako dan PKH, yakni Tambit, mengucapkan syukur dan berterima kasih.
“Saya menerima bantuan satu juta. Uang ini nanti akan saya belikan beras, gula, kopi, minyak goreng dan kebutuhan hidup lainnya,” ucapnya.
Tambit mengaku sudah tiga bulan ini tidak bisa menyadap karet. Karena itu ia merasa beruntung sekali ada yang memanggil dan memberitahukan akan mendapatkan bantuan.[]
Editor : Almin Hatta
