TANJUNG – Komisi IV DPRD Kalsel akan mengkaji ulang dana hibah untuk lembaga pendidikan keagamaan, terutama madrasah yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan seratus persen dari usulan Pemprov.
Wakil Ketua Komisi IV Gina Mariati, Rabu (3/1) mengungkapkan, dari hasil monitoring ke beberapa sekolah dan madrasah, ada beberapa bangunan hasil bantuan dana hibah yang belum tuntas pengerjaannya akibat terbatasnya anggaran yang disetujui oleh Pemprov, sehingga pada akhirnya bangunan tersebut tidak dapat digunakan dan dimanfaatkan secara maksimal.
Seperti di Madrasah Tsanawiyah Ar Raudlah Tanta Kabupaten Tabalong, Komisi IV melihat pembangunan ruang kelas baru namun bisa digunakan karena bangunan belum sempurna, belum dilengkapi jendela dan pintu. Hal ini disebabkan dana yang disetujui besaran anggarannya hanya sebesar 50 % dari usulan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diajukan oleh pihak sekolah. Jadi meskipun secara administrasi telah selesai namun hasilnya belum bisa dimanfaatkan karena masih banyak kekurangan sehingga terkesan terbengkalai.
Untuk itu, politisi Partai Nasdem ini mengaku akan berusaha bersama anggota Komisi IV lainnya untuk membantu madrasah yang masih terkendala dalam memaksimalkan pemanfaatan dana hibah agar mendapatkan kucuran dana hibah kembali guna penyempurnaan pembangunan gedung atau ruang kelas baru.
“Kami dari Komisi IV nanti berusaha, memang untuk dana hibah itu tidak bisa setiap tahun untuk mendapatkan dana hibah tersebut, tapi kami berkomitmen kepada madrasah-madrasah yang kami bantu, mudah-mudahan bisa mendapatkan dana hibah ke depannya lagi”, ujar Gina optimis.
Sebelumnya, Wakil Kepala Sekolah Mts Ar Raudlah Tanta, Mahjuwita, saat menerima kunjungan Komisi IV menyampaikan terimakasih atas perhatian Komisi IV terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di sekolahnya. Namun dirinya juga memohon maaf karena pihaknya belum bisa menggunakan ruang kelas hasil bantuan dana hibah Pemprov tersebut secara maksimal karena hasil pembangunannya yang belum sempurna.
Diungkapkannya, dari usulan 100 juta biaya pembangunan yang diajukan hanya disetujui 50 juta oleh Pemerintah Provinsi Kalsel sehingga pihaknya harus merubah RAB akibatnya pembangunan ruang kelas tersebut selesai namun tidak sempurna dan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya kembali memohon bantuan kepada Komisi IV agar dapat memperjuangkan kembali dana hibah di tahun 2024 sehingga pembangunan ruang kelas tersebut dapat segera kami rampungkan dan bisa secepatnya kami manfaatkan guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar di madrasah ini”, harapnya.[]
