Bermain Peran, Tingkatkan Motivasi Belajar Sejarah

Diposting pada
Pengajaran SejarahPengajaran Sejarah
Ilustrasi Pengajaran Sejarah di Sekolah

Oleh : Aprilia Pangestuti

Guru senantiasa dituntut untuk ineraktif dan inovatif,agar pembelajaran yang disampaikan lebih menarik dan dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik. Dalam hal ini guru tidak hanya terpaku pada satu model pembelajaran saja dan tehnik dalam penyampaian materi pembelajaran. Metode pembelajaran disesuaiakan dengan kondisi dan potensi peserta didik. Karena itulah guru mata pelajaran sejarah harus senantiasa kreatif dan inovatif. Contohnya agar pembelajaran sejarah dikelas tidak monoton dan membosankan, dengan menggunakan metode bermain peran atau Role Playing. Metode ini merupakan cara yang digunakan guru mata pelajaran dalam menyampaikan materi ajar kepada siswanya.

Pada tahun 1920, Moreno memperkenalkan konsep ”teater eksperimental” untuk membantu setiap orang memahami aspek yang berbeda dari kepribadian mereka sendiri dan orang lain. Dari konsep role play yang sederhana berkembang menjadi permainan modern dan berkembang di masyarakat luas. Konsep ini kemudian diadopsi oleh dunia Pendidikan sebagai salah satu metode pembelajaran memecahkan masalah yang dihadapi oleh peserta didik (subagjo, 2013).

Pengertian Bermain Peran atau Role Playing menurut Corsini (dalam Tatiek, 2001) bahwa bermain peran suatu alat belajar yang mengembangkan ketrampilan- keterampilan dan pengertian-pengertian mengenai hubungan manusia dengan cara memerankan situasi-situasi yang pararel dengan yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya.

Adapun langkah-langkah metode bermain peran atau role playing adalah sebagai berikut. Pertama, identifikasi masalah dengan cara memotivasi para peserta didik. Kedua, mengarahkan peserta didik untuk memilih tema yang berkaitan dengan materi. Ketiga, menyusun skenario yang sesuai dengan tugasnya masing–masing kelompok. Keempat, pemeranan. Kelima, tahapan diskusi dan evaluasi.

Dalam materi pembelajaran ini ada yang berperan disesuikan berdasarkan masing -masing tema yang sudah dibuat masing – masing kelompok. Dengan adanya metode tersebut, peserta didik mempunyai gambaran nyata tentang materi yang diajarkan guru, karena mereka terlibat langsung di dalam pembahasan materi pembelajaran tersebut.

Terdapat kelebihan Metode Bermain Peran atau Role Playing. Diantaranya, pertama, peserta didik dapat lebih memahami materi pembelajaran. Kedua, peserta didik mampu menjabarkan dan mendeskripsikan materi dengan lebih baik. Disamping itu peserta didik juga dapat menanamkan semangat peserta didik dalam memecahkan masalah Ketika memerankan tokoh dalam skenario yang di buat.

Sementara itu kelemahan Metode Bernain Peran atau Role Playing diantaranya banyak memakan waktu, baik untuk persiapan dalam memahami isi bahan materi pembelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan. Memerlukan tempat yang cukup luas untuk mengekspresikan gerak peserta didik. Sering kelas lain menjadi terganggu oleh suara pemain dan tepuk tangan para siswa lain sebagai penonton, yang kadang -kadang terdengar sampai kelas sebelah atau kelas lainnya.

Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangan setiap metode pembelajaran, metode ini mampu memotivasi peserta didik dalam belajar mata pelajaran sejarah. Pada gilirannya akan meningkatkan antusias peserta didik untuk belajar sejarah dan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik dalam materi yang diajarkan guru. Tentunya dalam pencapaian nilai menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

  • Penulis adalah guru mata pelajaran sejarah di SMAN I Mempawah Hilir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.