PARINGIN – Dinas Sosial Kabupaten Balangan bersama Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) kembali adakan seleksi calon klien angkatan enam untuk program rehabilitasi sosial.
Seleksi diikuti oleh puluhan calon klien yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Balangan, yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan, Paringin Selatan, Kamis (6/6/2024).
Program yang bertujuan untuk membekali peserta dengan berbagai keterampilan, baik vokasional maupun keterampilan pendukung lainnya ini juga menekankan terhadap pengembangan kepribadian, etika, kedisiplinan, tanggung jawab dan keagamaan.
Kepala PRSTS BCB, Hj. Fathul Jannah menyampaikan seleksi ini merupakan penutup dari rangkaian seleksi di 13 kota/kabupaten.
“Kami menargetkan 81 perempuan dan 16 laki-laki untuk menjalani pelatihan hingga Desember nanti. Kuota ini disesuaikan dengan kapasitas asrama yang tersedia,” tutur Fathul.
Setelah seleksi awal, lanjut dia, calon klien akan menjalani assessment, wawancara dan kunjungan ke rumah untuk memastikan kesiapan mereka.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kabupaten Balangan, Muhammad Iwan S, menyatakan pihaknya akan selalu siap memberikan dukungan kepada peserta, bahkan setelah mereka menyelesaikan program rehabilitasi.
Dukungan ini termasuk pemberian peralatan, modal usaha dan uang saku sebesar Rp200 ribu per bulan selama berada di panti.
“Kami akan terus memantau perkembangan mereka setelah keluar dari panti. Jika usaha mereka berkembang setelah 12 bulan kami akan memberikan dukungan tambahan berupa alat bantu,” jelasnya.
Iwan menyebut seleksi calon klien PRSTS BCB merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berbekal keterampilan yang relevan dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan mereka dapat mandiri secara finansial dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu Alumni PRSTS BCB, Nahfiatur Zahra, telah membuktikan keberhasilan program tersebut. Berkat pelatihan yang diterimanya, Nahfiatur berhasil membuka usaha toko di Desa Halong.
“Saya menjadi peserta PRSTS BCB tahun 2022 dan sekarang saya sudah bisa membuka toko berkat pelatihan tersebut. Pelanggan saya cukup banyak, dan ini menjadi peluang usaha yang baik,” tutup Nahfiatur.
