Memasuki hari ke-19 bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Balangan secara resmi menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Yaqin, Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, pada Rabu (19/3/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, anggota Forkopimda, para kepala SKPD, camat, tokoh agama, habaib, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Akhmad Fauzi menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan agenda penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung guna mendukung pembangunan di Balangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keimanan dan semangat ibadah, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.
“Mari kita terus pelihara komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, agar kebersamaan yang terjalin mampu mendorong kemajuan daerah,” tambahnya.
Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin, Maseruni, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati dan rombongan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi tradisi tahunan yang mempererat hubungan antara warga dan pemerintah.
“Kehadiran pemerintah sangat berarti bagi kami, dan semoga kegiatan ini terus berlanjut,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan sarana keagamaan dan pendidikan, Pemkab Balangan juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis melalui Wakil Bupati. Beberapa di antaranya adalah Rp2 miliar untuk Kemenag Balangan, Rp1 miliar untuk Masjid Ar Raudah Telaga Purun, Rp500 juta untuk Forum Komunikasi Penyuluh Agama, Rp445 juta untuk SMAs Al Hidayah Inan, dan Rp200 juta untuk Langgar Nurul Ikhlas Desa Tungkap.
Acara dilanjutkan dengan kultum, zikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Balangan, KH. Ahmad Yusuf, sebelum peserta berbuka puasa bersama.
Kegiatan Safari Ramadan 1446 H ini tidak hanya menjadi sarana ibadah dan kebersamaan, tetapi juga momen untuk mempererat hubungan sosial dan mendengar langsung harapan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Balangan.
