BANJARBARU – Kebun Raya Banua resmi memperkenalkan maskot terbarunya bernama Kastura, Rabu (30/4/2025). Maskot ini merupakan hasil dari lomba desain yang digelar sebelumnya, dan diharapkan menjadi ikon baru dalam kampanye pelestarian alam Kalimantan Selatan.
Peluncuran berlangsung di area Kebun Raya Banua, disaksikan oleh jajaran pemerintah, pengelola, dan masyarakat umum. Plt. Kepala Badan Riset Daerah (Brida) Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah, mengatakan peluncuran Kastura adalah bagian dari strategi inovatif untuk memperluas jangkauan pengenalan Kebun Raya Banua.
“Maskot ini akan menjadi ikon baru Kebun Raya Banua serta media untuk memperkenalkan potensi kawasan konservasi ini ke masyarakat luas,” ujar Husnul.
Lebih lanjut, ia menyebut maskot tersebut akan dikembangkan dalam berbagai bentuk, termasuk animasi edukatif yang menyasar kalangan anak-anak dan generasi muda.
“Kami sedang merancang pengembangan maskot ini menjadi bentuk animasi untuk keperluan edukasi dan promosi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, menjelaskan bahwa Kastura bukan hanya sebagai identitas visual, tapi juga sarana edukasi lingkungan.
“Kastura merepresentasikan kekayaan flora dan fauna Kalimantan Selatan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi alam,” ucap Firmansyah.
Tak hanya itu, pihak Kebun Raya Banua juga berencana menjadikan Kastura sebagai produk unggulan wisata edukatif, melalui pembuatan souvenir dan merchandise yang akan dijual kepada pengunjung. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Maskot ini akan dikembangkan dalam berbagai bentuk seperti boneka, kaus, dan produk kreatif lainnya untuk mendukung promosi wisata sekaligus meningkatkan PAD,” pungkas Firmansyah.
Dengan peluncuran maskot Kastura, Kebun Raya Banua menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam memperkuat peran sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi edukatif dan wisata keluarga di Kalimantan Selatan.
