Aktivitas pemeliharaan bibit ulin oleh tim Dinas Kehutanan Kalsel.(Dok. MC Kalsel)

Pulau Ulin Kalsel: Menjaga Warisan Kayu Besi untuk Generasi Mendatang

Diposting pada

Kabut pagi masih menyelimuti Pulau Ulin di Kawasan Tahura Sultan Adam ketika Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra dan timnya tiba dengan membawa alat-alat pemeliharaan. Rabu (14/5/2025) itu menjadi hari penting bagi 3.000 bibit ulin yang telah ditanam sejak November 2023 lalu.

“Lihat pertumbuhannya, ada yang sudah mencapai satu meter,” ujar Fathimatuzzahra sambil menunjuk deretan pohon ulin muda yang tegak berdiri. Dengan teliti, ia memeriksa satu per satu bibit yang ditanam melalui program kolaborasi Pemprov Kalsel dan CSR PLN ini.

Kayu ulin yang dijuluki “kayu besi” ini memang istimewa. Termasuk kelas kuat 1, ulin mampu bertahan hingga ratusan tahun. “Inilah warisan berharga yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Tim Dinas Kehutanan terlihat sibuk melakukan berbagai perawatan:

  • Membersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan

  • Memeriksa kondisi tanah dan drainase

  • Memberi tanda pada bibit yang pertumbuhannya kurang optimal

“Kami akan terus menambah jumlah bibit karena lahannya masih sangat luas,” jelas Fathimatuzzahra tentang rencana pengembangan pulau seluas 4,8 hektar ini.

Tak hanya sekadar konservasi, Pulau Ulin yang juga disebut Borneo Zwageri Island ini dirancang menjadi destinasi edukasi. “Kedepan, pengunjung bisa belajar langsung tentang pentingnya pelestarian ulin sambil menikmati keindahan alam,” tambahnya.

Di tengah aktivitas pemeliharaan, Fathimatuzzahra berpesan kepada seluruh tim: “Rawatlah dengan serius, karena apa yang kita tanam hari ini akan dinikmati anak cucu kita puluhan tahun mendatang.”

Angin sepoi-sepoi mengiringi pulangnya tim dari Pulau Ulin siang itu. Ribuan bibit ulin yang mereka rawat perlahan tumbuh, menjadi saksi bisu komitmen Kalsel menjaga warisan alamnya.[]