Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Balangan, Hj Sri Huriyati, menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masa bakti 2025–2030 yang digelar di Pendopo Kabupaten Barabai, Selasa (10/6/2025).
Kehadiran Hj Sri Huriyati yang juga merupakan istri dari Bupati Balangan, H Abdul Hadi, sekaligus anggota DPRD Kabupaten Balangan menjadi wujud nyata komitmen Dekranasda Balangan dalam mempererat hubungan serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan kerajinan lokal di Kalimantan Selatan.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Hj Sri Huriyati tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian. Beliau memberikan apresiasi atas pelaksanaan pelantikan yang dikemas secara kreatif dan inspiratif.
“Saya sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh Dekranasda HST. Kedepan, ini menjadi sangat penting untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat pemasaran produk kerajinan daerah dengan kabupaten tetangga kita ini,” ujarnya.
Kehadiran Ketua Dekranasda Balangan dalam acara ini memperkuat semangat kebersamaan antar kabupaten bertetangga ini di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi dorongan positif bagi kemajuan industri kreatif di daerah.
Sri Huriyati juga menyampaikan harapannya agar kelak kebersamaan ini mampu dimanfaatkan untuk menjajaki kolaborasi, baik dalam bidang pelatihan keterampilan, promosi produk, maupun pembinaan berkelanjutan terhadap para pengrajin.
“Kerajinan adalah identitas budaya daerah. Dengan sinergi dan inovasi yang berkelanjutan, saya yakin produk-produk lokal kita mampu menembus pasar yang lebih luas dan bersaing secara professional,” tutupnya dengan optimis.
Acara pelantikan tersebut tak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan menarik, seperti fashion show kain sasirangan, pameran produk kerajinan unggulan, serta peluncuran katalog digital dan website resmi Dekranasda HST.
Ketua Dekranasda HST, Deni Era Yulyantie atau Mama Deden juga turut tampil menunjukkan kerajinan kain sasirangan olahan pegusaha lokal. Sontak penampilannya disambut gemuruh tepuk tangan para undangan.
Seluruh rangkaian itu dinilai menjadi langkah maju dalam mendukung pelestarian budaya serta penguatan UMKM berbasis lokalitas.
