PJJ Tetap Berlanjut di 6 Kelurahan Zona HijauPJJ Tetap Berlanjut di 6 Kelurahan Zona Hijau
Ilustrasi belajar di rumah. Sumber, Instagram setiawan_team.

Kisah Anuy Belajar di Rumah

Diposting pada

Sekolah online tinggal sepekan. Rhamadhan juga harus dirasakan siswa tanpa urusan sekolah rupanya. Beberapa waktu ke depan, seperti di SMAN 1 Pulau Laut Timur, akan ada libur bulan puasa.

 

“Seminggu lagi libur puasa,” ujar Muhammad Noor, siswa kelas satu SMAN 1 Pulau Laut Timur, Kotabaru.

 

Anuy, begitu biasanya Muhammad Noor disapa. Ia mengaku tak sabar lagi ingin liburan yang dimaksud. Belajar di rumah aja ala sekolah online rupaya mulai membuat dirinya tertekan.

 

Soal belajar di rumah, Anuy sudah dapat pengalaman. Ia bercerita tentang rasa penasarannya pertama kali mendengar belajar di rimah ala sekolah online.

 

“Awalnya penasaran. Belajar di rumah ini kaya apa?” ujarnya.

 

Belajar di rumah mula-mula dirasakan Anuy memang ada keasikan tersendiri. Pelaksanaannya jelas tidak sama dengan di sekolah.

 

Anuy tidak perlu pakai seragam kemudian berangkat ke sekolah. Tidak ada tas yang berat oleh buku paket dan catatan, juga tugas yang harus dikumpul.

 

Seperti diceritakan Anuy, belajar di rumah yang ia rasakan, setiap mata pelajaran ada grup Whatsapp. Guru kadang memberi bahan ajar, kadang meminta siswa mencari bahan sendiri lewat tugas.

 

Sampailah saat Anuy dan teman sekelas ulangan harian. Ada mata pelajaran yang menggunakan cara penilaian dengan melihat hafalan siswa. Untuk pertama kalinya Anuy menemui ujian menggunakan Video Call (VC).

 

Sekali VC, guru bisa menilai empat orang siswa. Dengan demikian guru bisa melihat wajah dan sebagian badan siswa ditambah ekspresi menghapalnya.

 

Keseruan itu dirasakan Anuy tidak banyak. Tugas yang lain mulai menumpuk.

 

“Biasanya ditulis di kertas. Difoto, lalu dikirim japri ke gurunya,” ujarnya.

 

Anuy merasakan danpaknya sebagai pengguna seluler yang aktif. Performa gawainya jadi lambat. Itu akibat memori penyimpanan terlalu banyak memakan tempat.

 

“Berat jadinya,” katanya.

 

Banyaknya tugas ditambah kelamaan di rumah, Anuy pun mulai bosan dan rindu teman-teman. Urusan belajar pun mulai terasa berat.

 

“Kurang sosialisasi dengan kawan. Malah timbul aura malas,” ucapnya cetus.

 

 

A Manaf