SETELAH terjeda beberapa waktu akibat pembatasan sosial, Kampung Buku Banjarmasin kembali menggelar kegiatan. Kali ini mereka mendiskusikan buku terbaru Sumasno Hadi yang berjudul Renungan Perihal Musik, Rabu (10/6) sore.
Karena Covid-19 belum juga reda, peserta diskusi buku pun terbatas. Yang datang ke Kampung Buku Jalan Sultan Adam Banjarmasin itu tidak lebih dari 15 orang. Ada musisi, pengamat, dan akademisi seni.
Meski demikian, diskusi tentang buku tulisan dosen Pendidikan Seni Pertunjukkan Universitas Lambung Mangkurat itu tidak kekurangan keseruannya. Obrolan berlangsung hingga menjelang magrib.
Renungan Perihal Musik berisi sepuluh tulisan Sumasno Hadi seputar perkembangan seni musik di Banua. “Buku ini membicarakan musik secara aktual. Sebagian berbicara secara wacana, teori dan konsep-konsep filosofis pada bagian awalnya,” ucap Sumasno Hadi menerangkan.
Mengapresiasi hadirnya buku baru itu, Novyandi Saputra menilai Renungan Perihal Musik perlu dibaca. Sebab menurutnya, sangat jarang ada tulisan tentang musik, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Mungkin pendapat saya bahwa seniman atau komponis dulu, musik itu cukup hanya untuk diperdengarkan, dan tidak untuk diperdebatkan. Dan musik berhenti pada persoalan bunyi. Namun bagi para kritikus-kritikus musik, selalu ada momentum yang mana akhirnya karya-karya itu bertemu dengan bahasa-bahasa yang lebih enak untuk dipahami pendengarnya atau orang yang di luar dari tidak mendengarkan itu,” katanya. (man)
