Pemilik Rumah dan Penyewa Tanyakan Bantuan Dana Musibah KebakaranPemilik Rumah dan Penyewa Tanyakan Bantuan Dana Musibah Kebakaran

Pemilik Rumah dan Penyewa Tanyakan Bantuan Dana Musibah Kebakaran

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Senin (21 Desember 2020) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, telah terjadi kebakaran di kawasan RT 01, Desa Matabu, Kelurahan Tamiyang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim).  

Begitu api berkobar, beritanya segera tersebar lewat WhatsApp Group. Relawan Matabu Jaya pun langsung bereaksi, dengan segera menuju lokasi kejadian.

Dengan peralatan yang ada di Posko di rumah Ketua RT 01, Rihwal Aini, berupa dua mesin pompa Alkon dengan selang tembak, upaya pemadaman pun segera dilakukan.

“Kebetulan di sekitar lokasi kebakaran tersebut ada sumur. Nah air dari sumur itulah yang kita pergunakan untuk memadamkan api yang sudah membesar,” kata Ahmad Mubarok, dari Relawan Matabu Jaya. 

Kemudian, papar Ahmad Mubarok, datang mobil pemadam dari Pemkab Barito Timur. Lalu muncul lagi mobil pemadam dari Kalua dan Amuntai.

“Akhirnya kobaran api dapat dikuasai, dan kemudian padam,” kata Kumar, salah seorang anggota Relawan Matabu Jaya.

Kumar berharap, Relawan Matabu Jaya ini ke depannya bisa mendapatkan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bartim untuk penambahan alat guna penanggulangan bencana alam, termasuk bencana kebakaran.

Di tempat kejadian, Juni selaku pemilik pangkalan kayu bahan bangunan yang musnah terbakar tersebut mengatakan bahwa api pertama kali muncul di dekat KWH listrik.

“Menurut pengakuan karyawan PT Bio Service yang tinggal di samping bangunan yang terbakar, mulanya terdengar letupan tiga kali di dekat KWH listrik rumah yang terbakar tersebut. Kemudian api sudah mulai membesar persis di KWH listrik tersebut,” katanya.

Pemilik rumah yang terbakar, yakni Rahmadi, warga Desa Matabu, mengakau sudah melaporkan kejadian ini ke pihak pelayanan PLN setempat.

Rahmadi mengaku menyampaikan laporan tersebut  bersama Juni sebagai penyewa bangunan tersebut. 

Ditaksir, kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp5 juta. “Ya sekitar lima jutaan lah, karena kayu bahan bangunan saya banyak yang ikut terbakar,” ungkap Juni.

Juni besama Rahmadi berharap ada bantuan dari pihak yang berkompeten. “Terus terang kami masih belum tahu kemana bisa mendapatkan batuan akibat musibah kebakaran yang tidak kita inginkan ini,” ujarnya.[]