PBFI Kalsel Langsung Tancap GasPBFI Kalsel Langsung Tancap Gas

PBFI Kalsel Langsung Tancap Gas

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Setelah resmi dikukuhkan menjadi anggota KONI Kalsel, Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kalsel langsung tancap gas menjalankan program baru.

Programnya pun tidak hanya fokus pada pembinaan olahraga. Tapi juga menyasar pada pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu langkah terbaru PBFI Kalsel adalah menggelar Jamaah Peduli Khitan di Masjid Ar Rahmah, Komplek Padat Karya, Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Sabtu (26/12/2020) pagi .

Menurut Wakil Ketua PBFI, Yudha Pribadi, kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kepengurusan yang diketuai Mustohir Arifin atau H Imus, usai dikukuhkan.

“Setelah ini kita akan menggelar pelantikan yang dijadwalkan Januari nanti, dan penyusunan pengcab di daerah,” katanya.

Saat ini, papar Yudha, sudah ada lima Pengcab PBFI. Yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Batola, dan Hulu Sungai Selatan. 

“Kabupaten Tanah Bumbu akan menyusul. Begitu juga dengan daerah yang lain,” ujarnya.

Dalam kepengurusan PBFI terbaru ini hanya ada 16 kepengurusan saja. Ini dimaksudkan agar pengurus bekerja efektif dan cepat dalam membina olahraga binaraga dan fitnes di Banua.

“Kita juga ada memasukan beberapa mantan atlet binaraga di kepengurusan,” tambahnya.

Sementara dalam program pertama khitanan massal, Yudha mengaku ini sesuai dengan program PBFI jangka panjang, selain olahraga juga kegiatan sosial.

“Untuk sunatan massa ini baru pertama kali digelar kepengurusan binaraga. Sebelumnya PBFI rutin menggelar donor darah. Kegiatan ini didukung Bugar Sport Center (BSC) dan jamaah Masjid Ar Rahmah,” kata Yudha yang juga jemaah aktif Masjid Ar Rahmah ini.

Yudha menjelaskan, sebenarnya pihaknya hanya menargetkan 100 anak yang dikhitan secara gratis. Namun yang mendaftar justru 110 orang.

“Saat ini kan masa pandemi Covid 19, dimana anak-anak libur. Sehingga sangat tepat jika kita menggelar kegiatan ini,” ujarnya.

Untungnya kegiatan ini juga didukung Dinkes dan Korem 101/Antasari Banjarmasin yang menerjunkan 12 orang dokter.

Salah satu peserta khitanan adalah Khalid Faeya AR. Anak usia tahun ini mengaku sangat senang akhirnya bisa melakukan khitan. Bahkan siswa kelas 2 SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin ini menyatakan khitan yang dilakukan tidak sakit sama sekali.

“Tadi sakit sedikit saja,” kata Eza, sapaan akrabnya.

Eza pun menghaturkan ucapan terima kasih kepada pengurus PBFI Kalsel, BSC Banjarmasin, dan jamaah masjid yang telah menggelar kegiatan ini secara gratis.

“Apalagi tadi dapat hadiah, sarung, peci dan duit,” kata Eza senang.[]