Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Proyek jembatan di kawasan ekowisata yang ada di Banjarmasin, yakni Jembatan Bromo, hari ini (Senin, 4/12/2021) akhirnya diresmikan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Jembatan yang terletak di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, tersebut sebelumnya sempat ditutup setelah serah terima dari pihak kontraktor kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
Peresmian yang digelar sederhana tersebut, pada mulanya hanya merencanakan 30 orang yang akan berhadir. Namun kenyataannya antusiasme warga tak dapat dibendung.
Jembatan yang diresmikan oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini merupakan akses transportasi darat yang menghubungkan Mantuil dengan Pulau Bromo.
Dalam kesempatan peresmian tersebut, Ibnu Sina mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembangunan Jembatan Antasan Bromo ini hingga selesai.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, terutama Dinas PUPR Kota Banjarmasin. Kemudian dari Penyedian PT Bayang Bungo, dan juga secara khusus ini juga didedikasikan untuk arsitek jembatan ini, yakni urang banua, (alm) Ari Mardeni,” ucapnya.
Keberadaan Jembatan Antasan Bromo ini, papar Ibnu, merupakan cita-cita masyarakat berpuluh-puluh tahun lamanya, yang akhirnya telah terealisasi hari ini. “Ini cita-cita masyarakat 20 tahun yang lalu, dan Alhamdullilah hari ini bisa kita wujudkan,” tuturnya.
Infrastuktur yang dibiayai APBD Kota Banjarmasin ini diyakini mampu mendongkrak sektor perekonomian maupun sektor pariwisata Pulau Bromo.
“Memang dampak ekonominya luar biasa untuk masyarakat di sekitar. Ini menjadi salah satu destinasi wisata, walaupun subtansinya bukan untuk pariwisata. Sebab, sebenarnya, dibangunnya jembatan ini untuk memudahkan akses Pulau Bromo yang sebelumnya untuk menyebrang harus menggunakan transportasi kelotok,” jelas Ibnu.
Di sisi lain, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, mengatakan animo masyarakat yang tinggi akan peresmian jembatan ini membuat pihaknya menugaskan Satpol PP dan Polsek setempat untuk pengawasan.
“Sementara ini statusnya memang masih ditutup. Namun animo masyarakat untuk melihat peresmian jembatan ini tidak bisa kita bendung. Jadi untuk sementara kita tugaskan Satpol PP dan Polsek setempat untuk mengawasi,” ucap Windi.
Selain itu, pihaknya, yakni PUPR Kota Banjarmasin, akan sesegera mungkin membersihkan sampah ilung yang ada di sekitar jembatan.
“Sampah-sampah dan sisa bahan material ini sebenarnya sudah kita bersihkan mulai kemarin. Tim Turbo Dinas PUPR sudah bergerak. Cuman, karena ini pasang-surut, jadi masuk lagi sampah ilung dan sebagainya,”ucap Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin ini.
“Segera mungkin kami akan bersihkan sisa material ini. Insya Allah pekan ini juga,” tandas Windi.[]
