Editor : Almin Hatta
BARABAI – Pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Januari kemarin, meninggalkan banyak kerusakan. Mulai rumah tinggal, pasilitas pendidikan, rumah ibadah, jalan, hingga jembatan.
“Semua itu kini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang tentunya harus diatasi sesegera mungkin,” kata Wakil Bupati HST, Berry Nahdian Furqon, Jum’at (4/2/2021) lalu.
Berry membeberkan, akibat dilanda banjir besar tersebut, banyak pasilitas pendidikan di HST yang rusak. Begitu pula sarana perkantoran, pasilitas umum seperti jambatan dan jalan. Juga sarana ibadah seperti masjid dan balai adat, serta tentu saja rumah dan pemukiman warga.
“Untuk pemulihan atau perbaikan semua itu, Pemkab HST tentunya butuh waktu. Sekarang ini tim kita sedang bekerja untuk membuka akses jalan. Sebab, banyak sekali ruas jalan yang ditutupi tanah berlumpur, jalan yang rusak dan bahkan putus,” ujarnya.
Menurut Berry, untuk sementara ini dilakukan pembenahan terlebih dahulu terhadap pasilitas yang urgen seperti jalan. Hal ini dimaksudkan untuk membuka akses ke berbagai lokasi, sehingga semuanya bisa berjalan normal kembali.
“Sedangkan untuk warga masyarakat yang rumahnya hilang atau rusak parah, untuk saat ini kita bangunkan hunian sementara, sebelum kemudian dibangunkan hunian tetap,” ucapnya.
Mengenai kelangsungkan pendidikan anak-anak yang sementara ini terhenti, Berry menyebut ada cukup banyak tim relawan yang membantu untuk mengatasinya mengatasinya, walaupun sifatnya sementara.
“Soal pendidikan ini ada sejumlah tim relewan yang bekerjasama dengan kita, termasuk tim relawan dari Fakultas Kedoktrean ULM yang membantu membangun rumah hiling sebagai tempat perkumpulan anak-anak. Mudah-mudahan semuanya cepat terbenahi, aamiin,” ucap Berry.
Di tempat terpisah, Muttiani, mahasiswi Program Studi Pendidikan ULM yang ikut tim relawan, mengaku baru pertama kali datang ke HST ini.
“Kami bersama tim relawan terjun langsung ke lapangan untuk membantu anak-anak korban banjir, khususnya membantu mengatasi trauma dan kekosongan pendidikan mereka,” ujarnya.
Selain membawa sembako, Muttiani mengaku timnya juga membawa makanan ringan buat anak-anak, termasuk mainan anak-anak.
“Yang kami lakukan sekarang ini baru langkah awa. Nantinya kita pasti kembali lagi untuk melihat kondisi pasca musibah banjir. Sebab, yang jadi perhatian utama kami adalah kondisi pasca banjir,” pungkasnya.[]
