PBNU Kalsel Gelar Khotmil Qur’an dan Istighosah BumiPBNU Kalsel Gelar Khotmil Qur’an dan Istighosah Bumi

NU Kalsel Gelar Khotmil Qur’an dan Istighosah Bumi

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARBARU – Setiap manusia yang hidup di bumi tentu memiliki peran dan porsinya sendiri dalam kehidupan menjaga planet. 

Manusia perlu menyadari bahwa bumi semakin tua, apalagi dengan berbagai kejadian yang terjadi di dalamnya, seperti polusi, penumpukan sampah, kebakaran hutan, pembalakan liar, penambangan liar, hingga limbah pabrik yang merusak habitat alam.

Banyaknya kejadian yang merusak kondisi bumi seharusnya bisa dihindari. Bumi perlu mendapatkan perhatian, perawatan, dan peran nyata dari manusia untuk tetap menjaga semua yang dimiliki.

Sebagai bentuk keprihatinan, PBNU Kalsel mengadakan kegiatan khotmil Qur’an 30 Juz dan Istighosah Bumi serentak di 10 kota besar di Indonesia dari Aceh hingga Manokwari Papua, Senin 21 Juni 2021.

Sekretaris Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalsel, Ust Edy selaku pelaksana kegiatan di Kalimantan menerangkan, kegiatan ini dilakukan di dua tempat. Yaitu di Pondok Pesantren Tahfiz BATA Banjarbaru untuk acara Khotmil Qur’an 30 Juz, dan Pondok Pesantren Walisongo Banjarbaru untuk acara Istighosah Bumi.

“Alhamdulillah, atas Izin Allah, acara berjalan dengan baik. Dimulai pukul 07.00 pagi pembacaan Khotmil Qur’an bil hifdzi 30 juz, dan diakhiri dengan pembacaan juz ke-30, yang kemudian ditutup dengan doa, setelah pelaksanaan shalat Magrib yang dipimpin oleh KH Abdurahman Ridwan MA, pimpinan Ponpes BATA,” ujar Edy.

Selesai shalat Isya, peserta Khotmil Qur’an bertolak ke Pondok Pesantren Walisongo yang dipimpin KH Abdul Hamid Marzuqi, dengan diiringi rebana selamat datang para santri menyambut kedatangan para tamu.

Kegiatan ini terasa istimewa, karena dihadiri banyak para undangan, diantaranya Jajaran Pengurus PCNU Banjarbaru beserta Banom-nya, Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, dan juga Ketua PWNU Kalsel KH Dr Hasib Salim.

Kyai Hasib yang baru sepekan menerima SK dari PBNU untuk menahkodai PWNU Kalsel, menyambut baik kegiatan ini. Dalam sambutannya, Kyai Hasib menerangkan cikal bakal terbentuknya Nahdlatul Ulama di Indonesia, dan peran NU dalam memperjuangkan kemerdekaan, mengisi, dan mempertahankan kemerdekaan.

“Dalam tradisi NU, kalau ada masalah, apa pun itu, maka kembalinya kepada Allah SWT, dengan berdoa memohon pertolongan kepada Allah dengan bacaan dzikir, bacaan Al-Qur’an, yang kita kenal dengan Istighosah,” ujar Kyai Hasib.

Termasuk masalah kerusakan alam bumi kita, lanjutnya, kita memohon kepada Allah supaya alam kembali baik dan memberikan manfaat kepada umat manusia. Juga pandemi covid 19 segera diangkat oleh Allah, sehingga kehidupan bisa berjalan normal seperti sebelum pandemi.

KH Abdul Hamid Marzuqi, pimpinan Ponpes Walisongo dalam sambutannya menjelaskan, Istighosah ini disusun oleh para Kyai NU terdahulu, yang terbukti keilmuannya, sehingga sanatnya jelas. 

Gus Hamid yang juga sebagai Ketua PW Himpunan Pengusaha Nahdiyin Kalsel mengharapkan sinergitas dari semua komponen NU, karena kekuatan besar NU tidak akan maksimal dirasakan manfaatnya oleh para Nahdliyin tanpa adanya kebersatuan, kekompakan, dan manajemen.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Serikat Petani Indonesia Kalsel, Dwi Kurniawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

“Kerusakan alam akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Di Kalsel sendiri beberapa bencana alam terrjadi di tahun 2021 ini. Awal tahun kita mendapat musibah bencana banjir yang sangat besar, karena hampir sebagian besar kabupaten/kota di Kalsel kena banjir,” ujarnya.

Dan kejadian ini, lanjutnya, menyisakan duka yang mendalam, khususnya para petani. Harapan petani untuk bisa panen harus terkubur karena dampak banjir.

“Kalau saya ceritakan derita petani, air mata ini pasti tidak akan tertahan. Sehingga kegiatan khotmil Qur’an dan istighosah ini semoga bisa menjadi doa, untuk para petani Indonesia, supaya ke depan bisa bangkit dan berkembang lebih baik,” kata Dwi.

Dwi berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para petani di Indonesia, khususnya pemerintah daerah Kalimantan Selatan dengan program program maupun merumuskan kebijakaan yang pro kepada rakyat kecil.

Di tempat terpisah, Kyai Sarbani Haira selaku penggagas acara di Kalimantan Selatan ini, mengucapka terima kasih kepada HPN Kalsel, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik.

Dosen senior di Universitas NU ini berharap, kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin, tanpa harus menunggu ada musibah atau kejadian tertentu, tetapi bisa dijadikan amaliyah yang jamak dilakukan oleh jam’iyah dan jamaah NU.

“Kita berharap dan mendoakan PWNU di bawah kepemimpinan Kyai Hasib bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi jam’iyah dan jamaah NU di Kalimantan Selatan,” ujarnya.[]