Tak Ditemui Ketua DPRD, Mahasiswa Kalsel Keluarkan Mosi Tidak Percaya

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Ratusan gabungan mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis 1 Juli 2021, kembali menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Aksi hari ini merupakan aksi #SaveKPK yang ketiga kalinya digelar, setelah sebelumnya tuntutan mahasiswa untuk menemui Ketua DRPD Supian HK diabaikan.

“Tujuan kami tetap sama. Yakni meminta Ketua DPRD Kalsel untuk menemui kami. Tapi lagi dan lagi Ketua DPRD tidak menunjukkan iktikad baiknya, sampai sekarang kami juga belum bertemu beliau,” ucap Ahmad Renaldi, Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin saat ditemui, seusai Aksi #saveKPKjilid 3, Kamis (1/7).
Di awal kegiatan ini, sempat terjadi aksi membakar ban bekas yang mana sempat menimbulkan kepulan asap di kawasan Jalan Lambung Mangkurat. Hal tersebut membuat aparat turut memadamkan api, dan hampir memicu bentrokan. Untunglah berhasil dihindari.

Selain itu, tensi demonstrasi sempat meninggi. Pasalnya, sempat terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa, lantaran adanya dua peserta aksi yang ditarik paksa aparat.

Walau diguyur hujan, massa aksi dan aparat masih tersulut emosi. Sehingga menyebabkan aksi saling lempar botol.

Kecewa tuntutannya tidak dipenuhi, massa aksi kembali menggelar mimbar bebas untuk menyuarakan aspirasi mereka yang tersendat.

“Supaya kondusif, ya massa kita tarik dulu semua,” ucap Renaldi.

Ketua BEM ULM ini sendiri menyayangkan tidak hadirnya Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dalam aksi yang ketiga kalinya ini.

“Kami tidak percaya lagi kata apa pun yang dikeluarkan Ketua DPRD, dan kami mengeluarkan mosi tidak percaya,” tegas Aldi.

Terakhir, Aldi menekankan, walaupun diajak audiensi untuk kesekian kalinya, pihaknya menyatakan menolak.

“Kami tidak mau lagi diundang audiensi,” ucap Ketua BEM ULM sekaligus Koorwil BEM SEKA ini.

Hingga sore, aksi masih berlanjut dengan digelarnya mimbar bebas untuk peserta aksi.[]