Triwulan II 2021, Ekonomi Kalsel Alami PertumbuhanTriwulan II 2021, Ekonomi Kalsel Alami Pertumbuhan

Triwulan II 2021, Ekonomi Kalsel Alami Pertumbuhan

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARBARU – Di tengah pandemi Covid 19, perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata masih mengalami pertumbuhan positif. 

Kabar baik ini diutarakan Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah, dalam press release, Kamis (5/8/2021) kemarin.

“Di triwulan II tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi Kalsel menunjukkan angka positif, yakni mengalami peningkatan sebesar 4,40% untuk perhitungan pertumbuhan ekonomi  y on y, dan 5,49% untuk perhitungan pertumbuhan ekonomi  q to q akibat siklus musiman,” ucap Rusdiansyah saat memaparkan data pertumbuhan ekonomi Kalsel melalui press release yang tayang di kanal Youtube BPS Kalsel. 

Kepala BPS Kalsel ini mengucap syukur adanya tren pertumbuhan ekonomi positif sepanjang Triwulan II tahun 2021. 

“Alhamdulillah, di Triwulan II 2021 ini kita sudah mengalami tren pertumbuhan positif, dan tentunya hal ini dikarenakan adanya berbagai peristiwa yang terjadi di sepanjang triwulan 2021,”ujarnya. 

Pertumbuhan ekonomi yang positif di Triwulan II 2021 ini, papar Rusdiansyah, dikarenakan terjadinya beberapa peristiwa yang mempengaruhi sektor ekonomi. Antara lain nilai ekspor komoditas unggulan seperti batubara mengalami peningkatan sebesar 17,94%, kelapa sawit 36.19%, dan karet yang menyentuh angka 41,16%.

Tidak hanya peningkatan sektor komoditas unggulan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalsel, adanya siklus musiman tanam pangan di triwulan II juga memasuki masa panen, pembayaran THR dan gaji ke-13, serta peningkatan perdagangan eceran di Kota Banjarmasin sebesar 46,4% (berdasarkan hasil survei pedagang eceran, yang dilakukan Bank BI Kalsel). Dan yang terakhir, ada nilai konsumsi dan barang modal yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 20,43% dan 234,85%. 

Pertumbuhan ekonomi Kalsel ini, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi y on y, jika dirupiahkan setara dengan Rp 47,60 Triliun, sesuai  dengan ADHK (atas dasar harga konstan), dan Rp 33,65 Triliun jika dilihat dari ADHB (atas dasar harga berlaku). 

Tidak hanya itu, PDRB (produk domestik bruto) menurut lapangan usaha  atas dasar harga berlaku dan harga konstan, juga mengalami peningkatan dalam hal nominal. 

“Secara sektoral atau lapangan, usaha PDRB juga mengalami peningkatan yang totalnya mencapai Rp47.559,59 (empat puluh tujuh ribu lima ratus sembilan puluh lima milyar rupiah). Ini merupakan capaian yang cukup besar, karena kontribusi dari berbagai pelaku ekonomi seperti  korporasi, pemerintah, dan rumah tangga. Sinergitas  ketiga pelaku ekonomi ini membuat total penciptaan nilai tambah di Kalsel mencapai Rp47 Triliun lebih, dan dari sisi harga konstan mencapai Rp33 Triliun lebih,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan ini.[]