Anggota DPRD Balangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Dimas Febriandie, Nur Fariani, Pahrul, dan Fathurrahman, menunjukkan komitmen nyata mereka terhadap pembangunan berbasis aspirasi rakyat dengan turut hadir langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Awayan.
Dalam forum tersebut, para wakil rakyat ini tak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif mencermati setiap usulan yang disampaikan warga dan perangkat desa. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa proses perencanaan pembangunan tidak terlepas dari peran pengawasan legislatif.
Dimas Febriandie, yang akrab disapa Boy, mengungkapkan pentingnya memastikan agar Musrenbang tidak berakhir sebagai forum seremonial belaka. Ia menegaskan bahwa setiap usulan harus dilanjutkan dengan tindakan nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap usulan yang diajukan bisa langsung diaplikasikan dalam program pembangunan. Jangan hanya berhenti di atas kertas,” ujar Boy tegas.
Sementara itu, Nur Fariani menyoroti bahwa perencanaan pembangunan daerah harus disusun berdasarkan skala prioritas, dengan memperhatikan kebutuhan riil masyarakat. Ia menekankan dua sektor utama yang mendesak: pertanian dan telekomunikasi.
“Kami mendorong SKPD untuk lebih serius memperhatikan sektor pertanian, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Selain itu, akses jaringan komunikasi di wilayah blank spot juga harus segera dibenahi,” kata Fariani.
Pahrul, yang juga berasal dari Dapil III, menyampaikan bahwa kehadiran anggota dewan dalam Musrenbang seperti ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab konstitusional mereka.
“Kami hadir bukan hanya mendengar, tapi juga mengawal agar aspirasi masyarakat benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan anggaran,” ujarnya.
Senada dengan itu, Fathurrahman menambahkan bahwa proses pembangunan yang baik harus dimulai dari perencanaan yang mendengarkan suara masyarakat di tingkat bawah.
“Musrenbang harus dimaknai sebagai forum strategis. Kami akan mengawal agar usulan masyarakat Awayan ini tidak berhenti di sini, tapi masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan diwujudkan secara bertahap,” pungkasnya.
Dengan kehadiran langsung empat anggota dewan tersebut, warga berharap suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga akan diperjuangkan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan di DPRD Balangan.
