BANJARMASIN– Hujan deras yang kerap mengguyur Kalimantan Selatan dalam beberapa bulan terakhir membuat isu banjir menjadi perhatian utama dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, Selasa (11/2/2025).
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Apt. Mustaqimah, S. Farm., M. Si., hadir dalam forum tersebut dan menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Ia menegaskan bahwa proyek strategis seperti Waduk Kiram Kiwa harus segera dituntaskan agar dampak banjir dapat diminimalisir.
“Proyek ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi banjir yang semakin sering terjadi. Kami berharap Waduk Kiram Kiwa bisa segera rampung agar bisa membantu mereduksi banjir yang kini menjadi masalah utama,” ujar politisi Partai NasDem itu.
Isu banjir bukan satu-satunya yang menjadi perhatian. Plt. Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengungkapkan bahwa ada lima isu strategis yang akan dimasukkan dalam Rencana Strategis (Renstra) PUPR 2025–2029. Selain banjir, ada isu gerbang logistik, infrastruktur dasar air minum, konektivitas jalan, serta ketahanan pangan.
“Kelima isu ini akan menjadi fokus utama dalam perencanaan program tahunan hingga 2029, sejalan dengan visi pembangunan Presiden Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Forum ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kabupaten/Kota, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, serta perwakilan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat. Harapannya, berbagai program yang dirancang dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan infrastruktur dan lingkungan di Kalimantan Selatan.
