Kepala Sekolah SD Negeri Tarangan, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Fahriza Abdi, mencetuskan inovasi Ruang Baca dan Belajar (RUBABA) sebagai upaya meningkatkan literasi di kalangan siswa.
“Inisiatif ini saya lakukan setelah pertama kali dimutasi ke SDN Tarangan pada Juni 2024. Saat itu, saya melihat kondisi sekolah sangat tertinggal dibanding sekolah-sekolah lain, baik dari segi fasilitas, minat belajar siswa, hingga ketersediaan sarana baca,” ujar Fahriza saat ditemui, Rabu (11/6/2025).
Fahriza mengungkapkan, masih banyak siswa yang belum lancar membaca. Ia mencatat, di kelas satu terdapat dua siswa yang kesulitan membaca, sementara di kelas dua dan tiga masing-masing ada satu siswa yang mengalami hal serupa.
Kondisi tersebut diperparah dengan ketiadaan perpustakaan di sekolah. Buku-buku yang ada pun tidak tertata dengan rapi dan sebagian besar berserakan di berbagai sudut. Beberapa ruangan, seperti ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan rumah dinas, juga tampak tidak digunakan secara optimal.
Melihat peluang tersebut, Fahriza kemudian berinisiatif mengubah ruang UKS menjadi ruang baca dan belajar yang ia beri nama RUBABA.
“RUBABA kami desain secara kreatif dan interaktif agar bisa menarik minat siswa. Harapannya, anak-anak dapat jatuh cinta pada buku dan menikmati proses belajar sambil bermain,” jelasnya.
Menurut Fahriza, kehadiran RUBABA membawa dampak signifikan. Beberapa siswa yang awalnya belum bisa membaca kini menunjukkan kemajuan. Untuk melengkapi fasilitas dan menambah koleksi buku, pihak sekolah turut menggandeng Dinas Pendidikan, Kepala Desa Tarangan, serta perpustakaan daerah setempat.
“Inilah bentuk nyata komitmen kami dalam mendorong budaya literasi sejak dini, agar anak-anak SDN Tarangan memiliki semangat belajar yang tinggi dan masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.
